UGM Trail Run 2026 Jadi Magnet Pelari Dunia, Targetkan 4.000 Peserta

0
4
Konferensi pers UGM Trail Run di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas GIK UGM. (Zukhronnee Muhammad)

UGM Trail Run 2026 diproyeksikan menjadi magnet baru sport tourism di lereng Gunung Merapi. Hingga akhir Mei 2026, lebih dari 1.300 pelari telah mendaftar, termasuk peserta dari sejumlah negara seperti Belarus, Republik Ceko, dan Jepang. Panitia pun optimistis target 4.000 peserta pada ajang yang digelar 26-27 September mendatang dapat tercapai.

Ketua Panitia UGM Trail Run 2026, Budi Susila, mengatakan antusiasme peserta sudah terlihat sejak pembukaan pendaftaran Early Bird pada April lalu. Slot yang disediakan langsung habis dalam hitungan menit.

“Kami optimistis target 4.000 peserta dapat tercapai. Selain menjadi ajang olahraga, setiap peserta juga berkontribusi dalam pengumpulan dana beasiswa bagi mahasiswa yang membutuhkan,” kata Budi saat konferensi pers di GIK UGM, Sabtu (6/6/2026).

Race Director UGM Trail Run dari Trail Runners Yogyakarta (TRY), Roostian, mengungkapkan peserta tahun ini masih didominasi pelari dari luar daerah. Bahkan, kategori baru 77K Relay yang diluncurkan untuk memperingati Dies Natalis ke-77 Universitas Gadjah Mada mendapat respons tinggi dari berbagai kalangan.

Menurutnya, sejumlah tim dari satuan Kopassus telah tercatat mendaftar pada kategori tersebut. Selain itu, peserta asing juga terus berdatangan karena UGM Trail Run telah terverifikasi oleh International Trail Running Association (ITRA) dan masuk dalam kalender lomba internasional.

“Yang paling banyak saat ini dari Belarus dan Ceko. Untuk Asia masih didominasi Jepang. Daya tarik utama mereka adalah pengalaman berlari di alam lereng Merapi yang tidak mereka dapatkan di negara lain,” ujarnya.

Roostian menilai keberadaan UGM Trail Run turut mengangkat kawasan wisata di lereng Merapi. Destinasi seperti Bukit Klangon dan Kali Talang yang sebelumnya relatif sepi kini ramai dikunjungi pelari dan pendaki setiap akhir pekan.

“Kalau tidak ada UGM Trail Run, mungkin kawasan tersebut masih digunakan untuk aktivitas yang biasa saja. Sekarang banyak orang dari luar kota datang ke Klangon hanya untuk berlari,” katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan peserta, panitia melakukan sejumlah evaluasi pada jalur lomba. Rute kategori 77 kilometer akan diperluas guna mengurangi potensi antrean pelari di sejumlah titik sempit yang sempat terjadi pada penyelenggaraan tahun lalu.

Ajang ini akan dipusatkan di Gelora Hargobinangun, Kaliurang, Sleman. Selain mempertimbangkan kapasitas yang lebih besar, lokasi tersebut dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui sektor perhotelan, homestay, kuliner, hingga UMKM lokal.

Selain lomba lari, panitia juga menyiapkan expo UMKM dan ekonomi kreatif. Total hadiah yang disediakan mencapai hampir Rp200 juta serta dukungan layanan medis dan penyelamatan darurat yang bekerja sama dengan RSA UGM dan RSUP Dr. Sardjito.

Di sisi lain, UGM Trail Run tetap mengusung misi sosial melalui program beasiswa. Tahun lalu, kegiatan yang terhubung dengan UGM Ultra Charity Run berhasil menyalurkan dana beasiswa sekitar Rp500 juta. Tahun ini panitia menargetkan nilai donasi meningkat hingga dua kali lipat seiring bertambahnya jumlah peserta.

Wakil Rektor UGM Prof. Arie Sujito menilai UGM Trail Run bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan sarana promosi budaya, lingkungan, dan wajah Indonesia kepada peserta dari berbagai negara.

“Ini bukan hanya soal lari. Peserta dikenalkan pada alam, budaya, masyarakat, dan nilai kepedulian yang menjadi bagian dari semangat UGM Trail Run,” ujarnya. (*)