
Berkunjung ke toko kacamata kini tak hanya untuk memilih eyewear. Di Kavach Space, pengunjung juga bisa menikmati pameran seni. Melalui Art in Focus, ruang ritel tersebut disulap menjadi galeri yang menampilkan lebih dari 100 karya kartu pos (postcard) dari sekitar 70 seniman selama 13 Juli–31 Agustus 2026.
Pameran yang mengusung tema Sight, Space & Stories ini menampilkan karya dalam format kartu pos, mulai dari lukisan, kolase, fotografi, hingga print, sehingga menghadirkan pengalaman menikmati seni dari jarak yang lebih dekat dan personal.
Creative Director Kavach sekaligus kurator pameran, Antino Restu, mengatakan Art in Focus merupakan wujud komitmen Kavach menghadirkan ruang yang tidak hanya berfungsi sebagai destinasi ritel, tetapi juga menjadi titik temu seni, desain, budaya, dan komunitas kreatif.
“Kami ingin menghadirkan ruang untuk mempresentasikan karya teman-teman seniman. Medium kartu pos memungkinkan lebih banyak seniman terlibat sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih intim bagi pengunjung,” kata Antino.
Ia menjelaskan, Kavach membuka kesempatan bagi seniman melalui open call tanpa membatasi tema karya. Satu-satunya syarat, karya tidak mengandung unsur SARA. Selain peserta open call, pameran juga melibatkan sejumlah seniman yang sebelumnya pernah berkolaborasi dengan Kavach.
Dosen sekaligus seniman visual, Arsita Pinandita menilai kehadiran pameran di Kavach menunjukkan bahwa ruang apresiasi seni kini semakin berkembang dan tidak lagi terbatas pada galeri konvensional.
“Hari ini pameran berkembang ke ruang-ruang yang semakin dekat dengan lifestyle. Kehadiran pameran di Kavach menjadi sesuatu yang wajar karena dunia eyewear, fesyen, dan seni memang memiliki kedekatan,” ujarnya.
Salah satu peserta, Sony Sunday, menghadirkan karya bertajuk Need More Sunday yang mengangkat nostalgia masa kecil. Menurutnya, format kartu pos menjadi cara baru agar karya seni lebih mudah dinikmati dan dikoleksi masyarakat.
Selain Sony Sunday, pameran ini menghadirkan karya puluhan seniman dari berbagai daerah. Seluruh karya dapat dinikmati, bahkan sebagian di antaranya tersedia untuk dikoleksi selama pameran berlangsung. (*)













