Pakualaman Gelar Rangkaian Hadeging ke-214, Angkat Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat

0
3
Pura Pakualaman. (Zukhronnee Muhammad)

Kadipaten Pakualaman menggelar rangkaian peringatan Hadeging atau Hari Jadi ke-214 dengan menghadirkan berbagai kegiatan sosial, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sejumlah agenda akan berlangsung di Alun-Alun Sewandanan Pura Pakualaman dan Kulon Progo pada Juni 2026.

Ketua Umum Hadeging Pakualaman ke-214, BPH Kusumo Bimantoro, mengatakan peringatan tahun ini tidak hanya berfokus pada pelestarian tradisi, tetapi juga diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Rangkaian perayaan tidak hanya menonjolkan pelestarian adat dan budaya, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya, Rabu (17/6/2026).

Tahun ini, Hadeging Pakualaman mengusung tema Rinarasing Astuti Nir Ing Sikara, yang mengandung pesan tentang pentingnya menjaga keselarasan, rasa syukur, dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 6 Juni melalui bakti sosial penanganan stunting dan pemeriksaan kesehatan ibu hamil di Girimulyo, Kulon Progo. Selanjutnya, khitanan massal gratis digelar di Rumah Dinas Bupati Kulon Progo pada Kamis (18/6).

Pusat perayaan akan berlangsung pada 20-21 Juni di Alun-Alun Sewandanan melalui Pasar Sewandanan yang menghadirkan lebih dari 40 pelaku UMKM kuliner tradisional dan kerajinan, serta bazar pangan murah bagi masyarakat.

Pada saat yang sama, Festival Jathilan “Klasik Asik” juga digelar untuk mendukung pelestarian seni pertunjukan rakyat. Festival ini menyediakan total hadiah pembinaan sebesar Rp27 juta.

Puncak acara akan berlangsung pada Minggu (21/6) melalui kegiatan jalan sehat Mlampah Guyub Sesarengan #5 yang terbuka bagi masyarakat umum.

Selain itu, pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan seni, mulai dari campursari bersama Kidang Alit dan Dhimas Tedjo, pertunjukan uyon-uyon, hingga pentas kethoprak “Damar Ing Wanci Panglong”.

Panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan terbuka untuk masyarakat dan wisatawan tanpa dipungut biaya.Tokoh yang disebut dalam berita ini adalah BPH Kusumo Bimantoro. Lokasi kegiatan berlangsung di Pura Pakualaman dan Kulon Progo. (*)

CAPTION

Visualisasi medali MJM 2026 bergambar Panggung Krapyak di antara empat medali lain bertemakan Sumbu Kosmologis Yogyakarta yaitu Pantai Selatan, Panggung Krapyak, Keraton Yogyakarta, Tugu Pal Putih Dan gunung Merapi. (@awansetiobudi)