Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melantik 11 dekan baru untuk masa jabatan 2026–2030 di kampus setempat, Selasa (4/8/2026). Para pimpinan fakultas tersebut langsung dibebani tugas strategis menyiapkan akreditasi institusi pada 2027 sekaligus mempercepat transformasi UAD menuju Community Services University.
Rektor UAD Prof. Muchlas, M.T. menegaskan para dekan harus segera beradaptasi agar mampu menjalankan target yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) UAD 2025–2045.
“Saya menyiapkan mereka untuk membantu persiapan akreditasi pada tahun 2027 nanti. Karena itu kami terus mengupayakan agar kinerja mereka segera adaptif dan bisa menyesuaikan dengan rekan-rekan yang lain. Itu yang paling penting.”
Demikian disampaikan Muchlas usai Pelantikan Dekan UAD Masa Jabatan 2026–2030, di Kampus UAD, Selasa (4/8/2026).
Menurut Muchlas, pergantian dekan bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan estafet kepemimpinan akademik yang akan menentukan arah pengembangan fakultas maupun universitas dalam beberapa tahun ke depan.
Ia menjelaskan, seluruh dekan memiliki tanggung jawab merealisasikan milestone pertama Renstra UAD, yakni menjadikan kampus sebagai Community Services University. Konsep tersebut diwujudkan melalui integrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Yang pertama adalah mengintegrasikan seluruh kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan begitu nantinya akan terbentuk sebuah ciri khas bahwa universitas kita adalah Community Services University,” ujarnya.
Menurutnya, secara umum perguruan tinggi memiliki tiga orientasi, yakni Research University, Teaching University, dan Community Services University. UAD memilih fokus pada orientasi ketiga agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Pada milestone pertama ini, tugas rekan-rekan yang baru dilantik adalah melaksanakan program-program yang mendukung transformasi serta implementasi pengabdian kepada masyarakat agar terintegrasi dengan dharma-dharma yang lain, yang semuanya dipayungi oleh nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah,” katanya.
Muchlas menambahkan, proses penetapan dekan telah dilaksanakan sesuai ketentuan Persyarikatan Muhammadiyah dengan mengedepankan profesionalisme, objektivitas, serta nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Ia juga mengapresiasi Senat Fakultas, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, serta para dosen yang terlibat dalam proses penjaringan.
Rektor turut menyampaikan penghargaan kepada dekan periode 2022–2026 atas kontribusinya meningkatkan mutu akademik, termasuk mempertahankan dan meningkatkan Akreditasi Unggul. Fondasi tersebut, menurutnya, menjadi modal penting bagi kepemimpinan baru.
Menghadapi akreditasi institusi pada 2027, setiap fakultas diminta membangun budaya mutu sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari.
“Akreditasi bukan dipandang sebagai kegiatan sesaat, melainkan konsekuensi logis dari tata kelola akademik yang unggul dan berkelanjutan,” tegasnya.
Selain akreditasi, Muchlas mengingatkan perguruan tinggi juga dihadapkan pada perubahan cepat akibat perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), transformasi digital, ekonomi berbasis pengetahuan, dan semakin luasnya jejaring kolaborasi global.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga harus melahirkan insan yang kreatif, adaptif, berintegritas, serta mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
Komitmen tersebut telah dituangkan dalam Renstra UAD 2025–2045 yang terdiri atas lima milestone pengembangan.
“Kelima tahapan itu dirancang untuk mengantarkan UAD menjadi universitas yang unggul, inovatif, dan berdampak di tingkat global pada 2045,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PWM DIY Ikhwan Ahada menyampaikan apresiasi kepada para dekan periode 2022–2026 atas dedikasi yang telah diberikan. Ia juga mengucapkan selamat kepada 11 dekan yang baru dilantik.
“Sinergi antara Persyarikatan Muhammadiyah, Badan Pembina Harian dan UAD terus terjaga sehingga kampus tersebut semakin berkembang sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang unggul dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Adapun 11 dekan yang dilantik masing-masing Prof. Dr. Suyadi, M.Pd.I. (Fakultas Agama Islam), Dr. Sumaryanto, S.E., M.Si., Ak., C.A. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Prof. Dr. Fatwa Tentama, S.Psi., M.Si. (Fakultas Psikologi), Prof. Wajiran, S.S., M.A., Ph.D. (Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi), Prof. Dr. Fithriatus Shalihah, S.H., M.H. (Fakultas Hukum), Muhammad Sayuti, S.Pd., M.Pd., M.Ed., Ph.D. (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Prof. Dr. Ir. Siti Jamilatun, M.T. (Fakultas Teknologi Industri), Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si. (Fakultas Farmasi), Muhammad Syamsu Hidayat, S.E., M.Sc., Ph.D. (Fakultas Kesehatan Masyarakat), dr. Moch. Junaidy Heriyanto, Sp.B., FINACS. (Fakultas Kedokteran), serta Iwan Tri Riyadi Yanto, S.Si., M.IT., Ph.D. (Fakultas Sains dan Teknologi Terapan). (*)














