Lebih dari Sekadar Lari, Jogja 10K Tawarkan Nostalgia nan Berbudaya

0
131
Panitia membuka rangkaian Jogja 10K di Malioboro Yogyakarta. (zukhronnee muhammad)

Ada yang berbeda di kawasan Plaza Malioboro, Minggu pagi (25/1/2026). Udara pagi yang sejuk bercampur dengan semangat ratusan pelari yang memadati jantung Kota Gudeg ini.

Bukan sekadar rutinitas Car Free Day, mereka hadir menjadi saksi lahirnya sebuah perhelatan baru yang menjanjikan pengalaman berbeda: Jogja 10K.

Uniknya, euforia ini tidak hanya milik Yogyakarta. Di saat bersamaan, ribuan pelari dari 50 komunitas di seluruh nusantara. Mulai dari keriuhan Jakarta, hangatnya Palembang, hingga jauh di Gorontalo berlari serentak. Mereka disatukan oleh satu alasan sederhana namun kuat: kerinduan pada Yogyakarta.

Jika lomba lari biasanya hanya tentang kecepatan dan garis finis, Jogja 10K yang akan digelar pada 3 Mei 2026 nanti menawarkan sesuatu yang lebih intim: sebuah perjalanan budaya.

Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, membocorkan sedikit “menu utama” yang akan disajikan bagi para pelari nanti. Bayangkan berlari menyusuri sumbu filosofis Yogyakarta, melintasi Jalan Malioboro yang legendaris, menyapa Gedung Agung (Istana Negara), melewati Titik Nol, hingga memutari benteng Keraton yang megah.

“Pelari akan mendapatkan experience yang berbeda. Bukan hanya rute yang penuh landmark sejarah, tapi mereka akan disambut oleh keramahan warga di sepanjang jalan,” ujar Wawan saat hadir di Road To Jogja 10K, Minggu (25/1/2026) di Malioboro Yogyakarta.

Sentanu Wahyudi selaku Project Director menambahkan, lintasan lari nanti tidak akan sepi. “Ini akan menjadi panggung budaya terpanjang. Penampilan kesenian warga akan menjadi penyemangat (cheering) yang mungkin tidak ditemukan di race lain,” ungkapnya.

Kabar baiknya, Anda tidak harus menjadi atlet maraton untuk menikmati pesta ini. Panitia memahami bahwa menikmati Jogja tak melulu harus terburu-buru.

Selain kategori kompetitif 10K dan 5K Fun Run, Jogja 10K menghadirkan kategori spesial: 3K Heritage Walk.
Kategori ini didedikasikan bagi mereka yang ingin menikmati arsitektur dan suasana Jogja dengan berjalan santai, meresapi setiap detiknya tanpa dikejar waktu cut-off yang ketat.

KPH Yudanegara dari Keraton Yogyakarta menyebut event ini sebagai “gawe” bersama.

“Harapannya pelari datang bawa keluarga. Suaminya lari, istrinya kulineran, anaknya belajar budaya. Ini berkah buat Jogja,” tuturnya hangat.

Handoko, seorang pelari dari komunitas Semarang yang hadir saat peluncuran, mewakili perasaan banyak orang.

“Saya sudah kangen sekali dengan Yogyakarta. Saya yakin event ini bakal pecah pesertanya,” ujarnya antusias.

Dengan target 10.000 peserta dan dukungan penuh industri perhotelan yang disuarakan oleh PHRI, Jogja 10K diprediksi akan menjadi salah satu event lari paling diburu tahun ini.

Bagi Anda yang sudah rindu suasana lari ditemani senyum ramah warga Jogja dan sarapan gudeg setelah garis finis, tandai kalender Anda. Pendaftaran akan dibuka pada 1 Februari 2026 pukul 09.00 WIB di laman jogja10k.run.

Ingat, sistemnya siapa cepat dia dapat. Jangan sampai kehabisan slot untuk kembali memeluk kenangan di Yogyakarta. (*)