Nasirun Dikenang sebagai Seniman yang Berkarya dengan Kejujuran, Bukan Demi Viral

0
1
Suasana rumah duka di Perum Bayeman Permai, Jalan Wates Km 3 C2, Onggobayan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. (zukhronnee muhammad)

Kepergian maestro seni rupa Nasirun tak hanya meninggalkan duka, tetapi juga warisn nilai tentang makna berkarya. Di mata para sahabatnya, pelukis asal Yogyakarta itu dikenang sebagai seniman yang tetap setia pada proses kreatif, tanpa pernah mengejar popularitas atau tunduk pada algoritma media sosial.

Musisi Marzuki Mohamad (Kill the DJ) mengatakan Nasirun adalah sosok sederhana yang selalu memikirkan karya, bukan pencitraan. Bahkan, beberapa hari sebelum berpulang, Nasirun masih berencana mengunjungi peternakan ayam miliknya dan sempat mengutarakan keinginan menggelar pameran di sana.

“Pak Nasirun tidak pernah terpenjara oleh tuntutan media sosial. Di saat banyak orang memikirkan bagaimana sebuah karya bisa viral, beliau tetap berkarya dengan jujur. Karyanya selalu kontekstual dan lahir dari kegelisahan seninya sendiri,” ujar Marzuki saat ditemui usai takziah di rumah duka, pada Sabtu (1/8/2026).

Kenangan serupa disampaikan vokalis Shaggydog, Heruwa. Menurutnya, Nasirun adalah pribadi yang hangat, jenaka, dan mampu menjalin persahabatan dengan siapa saja. Dari almarhum, ia belajar bahwa berkarya bisa dilakukan dengan penuh kegembiraan tanpa kehilangan makna.

Budayawan Romo Sindhunata juga mengenang Nasirun sebagai sosok yang murah hati, penuh tawa, serta tidak pernah membatasi diri oleh sekat apa pun. Meski tak terbiasa menggunakan telepon seluler, karisma Nasirun justru membuat banyak orang merasa dekat dengannya.

Bagi Romo Sindhunata, kepergian Nasirun merupakan kehilangan besar bagi dunia kebudayaan Indonesia. Ia menilai pelukis berusia 60 tahun itu berhasil mengangkat budaya lokal ke panggung internasional melalui gaya melukisnya yang khas, sarat simbol, dan memiliki kekuatan spiritual.

“Nasirun membuktikan bahwa kebesaran seorang seniman tidak ditentukan oleh seberapa ramai ia di media sosial, melainkan oleh ketulusan dalam berkarya dan manfaat yang ditinggalkannya bagi banyak orang,” katanya.

Nasirun meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026) pagi dan dimakamkan di Makam Seniman Girisapto, Imogiri, Bantul. (*)