Mantra Fun Run 2026 siap menghadirkan pengalaman lari yang berbeda di kawasan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM pada 26 Juli 2026. Tak sekadar ajang olahraga, kegiatan ini mengusung konsep unik yang memadukan olahraga, hiburan, kreativitas komunitas, dan rekreasi keluarga dalam satu acara.
Race Director Mantra Fun Run 2026, Septyadi Pityanta, mengatakan panitia sengaja menghadirkan suasana yang lebih santai dan menyenangkan.
Salah satu daya tariknya adalah kompetisi kostum terbaik (best costume/cosplay) serta iringan musik yang akan menemani peserta sepanjang rute lari.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang benar-benar menyenangkan. Sepanjang rute nanti suasananya dibuat meriah,” kata Adi pada Minggu (7/6/2026).
Mantra Fun Run 2026 membuka dua kategori, yakni 3 kilometer dan 5 kilometer. Event ini ditujukan untuk berbagai kalangan, mulai dari komunitas lari, pelajar, mahasiswa, akademisi, pekerja profesional, hingga keluarga yang ingin berolahraga bersama.
Pendaftaran telah dibuka dengan harga tiket mulai dari Rp155 ribu. Masyarakat dapat melakukan registrasi melalui Instagram Mantra Fun Run.
Pemilihan GIK UGM dinilai selaras dengan semangat acara yang kreatif dan inovatif. Meski mengusung konsep hiburan, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama.
Selain pengalaman berlari yang berbeda, peserta juga berkesempatan membawa pulang berbagai hadiah dari Qhomemart. Mantra Fun Run menjadi bagian dari rangkaian Mantra Expo 2026 yang digelar Qhomemart.
Managing Director Qhomemart sekaligus Founder Mantra Expo, Henky Sampatti Huang, mengatakan penyelenggaraan tahun kedua ini dibuat lebih besar dengan durasi yang lebih panjang, melibatkan lebih banyak peserta.
Menurutnya, Mantra Expo tidak hanya menjadi ruang bertemunya bisnis, komunitas, dan inovasi, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal melalui peningkatan aktivitas usaha, promosi produk, dan berbagai penawaran khusus bagi masyarakat.
Integrasi antara pameran dan kegiatan sportainment seperti Mantra Fun Run diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung sekaligus mendorong perputaran ekonomi di Yogyakarta. (*)














