Pernikahan Tak Lagi Harus Megah, Tren Intimate Wedding Kian Diminati Pasangan Muda

0
2
Salah satu booth peserta Wedding Expo 2026 by Jason Enterprise di Pakuwon Mall Yogyakarta. (Istimewa)

Dahulu, pesta pernikahan identik dengan ribuan tamu, dekorasi megah, dan rangkaian acara yang berlangsung sepanjang hari. Kini, gambaran itu mulai berubah. Semakin banyak pasangan muda khususnya di Yogyakarta memilih merayakan hari bahagia mereka secara lebih sederhana melalui konsep intimate wedding.

Perubahan ini bukan sekadar mengikuti tren, tetapi juga mencerminkan cara pandang baru terhadap pernikahan. Di saat kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dan gaya hidup yang semakin praktis, banyak calon pengantin lebih mengutamakan kehangatan momen bersama keluarga dan sahabat terdekat dibanding kemeriahan pesta berskala besar.

Ketua Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan (HASTANA) DPW DIY, Prasetyo, melihat perubahan tersebut menjadi fenomena yang paling terasa dalam industri pernikahan sepanjang 2026.

“Konsepnya berubah menjadi lebih intimate, tetapi vendor tetap dibutuhkan. Tahun 2026 menurut saya masih cukup baik. Kuncinya adalah meningkatkan pelayanan dan terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar,” ujarnya pada Jumat (17/7/2026) di Pakuwon Mall Yogyakarta.

Menurut Prasetyo, kebutuhan untuk menikah tidak pernah hilang. Yang berubah adalah cara pasangan merancang hari istimewa mereka agar lebih sesuai dengan kemampuan finansial dan kebutuhan pribadi.

Perubahan selera itu tampak dalam gelaran Jason Enterprise Wedding Expo 2026 bertema Metallic Garden yang berlangsung di Grand Atrium Pakuwon Mall Jogja pada 17–19 Juli 2026.

Di balik perubahan tren tersebut, kepercayaan terhadap vendor menjadi hal yang semakin penting. Maraknya kasus vendor bermasalah membuat penyelenggara pameran memperketat proses kurasi peserta. Seluruh vendor dipastikan memiliki rekam jejak usaha yang jelas dan kualitas layanan yang telah terverifikasi.

Prasetyo menambahkan, HASTANA juga memiliki lembaga sertifikasi untuk menjaga standar profesional anggotanya. Langkah itu diharapkan memberikan rasa aman bagi calon pengantin saat memilih penyedia jasa.

Meski pesta pernikahan kini cenderung lebih sederhana, industri ini tetap menjadi salah satu sektor padat karya yang menghidupi banyak profesi, mulai dari dekorator, katering, fotografer, perias, desainer busana, hingga pekerja hiburan.

“Industri wedding sebenarnya tetap bergerak. Memang tidak terlalu terlihat, tetapi sektor ini menghidupi banyak orang. Karena itu kami berharap pemerintah memberikan dukungan lebih terhadap industri pernikahan,” kata Prasetyo.

Alih-alih sekadar memamerkan dekorasi, pameran ini menghadirkan pengalaman yang lebih personal melalui sentuhan taman bernuansa futuristik dengan elemen metalik, bahkan memanfaatkan buah asli seperti anggur sebagai bagian dari dekorasi.

“Pengunjung tidak hanya melihat dekorasi, tetapi juga bisa merasakan langsung setiap elemen yang ditampilkan,” kata Pendiri Jason Enterprise, Jason Lin.

Tak hanya konsep pameran yang berubah, kebutuhan calon pengantin pun semakin beragam. Sekitar 40 vendor yang telah melalui proses kurasi hadir menawarkan layanan, mulai dari dekorasi, busana, rias pengantin, hingga master of ceremonies (MC), hiburan, bahkan jasa desain interior rumah.

Bagi Jason, kehadiran vendor interior bukan tanpa alasan. Banyak pasangan kini mulai memikirkan kehidupan setelah resepsi usai. Menata rumah menjadi bagian dari perjalanan baru setelah mengucapkan janji pernikahan.

“Biasanya setelah menikah pasangan mulai menyiapkan rumah. Karena itu kami ingin semua kebutuhan tersebut bisa ditemukan dalam satu pameran,” ujarnya.

Perubahan pola pikir itu juga memengaruhi cara pasangan menyusun anggaran. Jika dulu paket all-in menjadi pilihan utama, kini calon pengantin lebih menyukai paket yang fleksibel sehingga dapat memilih vendor sesuai kebutuhan. Biaya intimate wedding pun dapat dimulai dari kisaran puluhan juta rupiah, sementara pesta berskala besar menyesuaikan konsep, lokasi, dan jumlah tamu.

Pada akhirnya, makna sebuah pernikahan tak lagi diukur dari seberapa megah pesta yang digelar. Bagi banyak pasangan muda, yang terpenting adalah menghadirkan momen yang hangat, bermakna, dan menjadi awal perjalanan hidup bersama dengan cara yang paling sesuai bagi mereka. (*)