Akhir November, Bentor dan Bajaj Harus Hilang dari Kawasan Malioboro

0
3
Penghancuran 50 unit becak motor lalu ditukar dengan becak listrik bantuan Dari PT KAI. (Zukhronnee Muhammad)

Pemda DIY memastikan kawasan Malioboro akan steril dari becak motor (bentor) dan bajaj mulai akhir November 2026. Kebijakan ini menjadi tahap awal penerapan kawasan rendah emisi atau Low Emission Zone (LEZ) di kawasan wisata utama Jogja.

Kadishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menegaskan setelah batas waktu tersebut hanya kendaraan tertentu yang diizinkan melintas di kawasan Sumbu Filosofi, khususnya Malioboro.

“Target terdekat akhir November nanti sudah tidak ada bentor di Malioboro. Yang boleh melintas hanya kendaraan darurat, becak kayu, becak listrik, dan Trans Jogja,” ujar Erni Rabu (3/6/2026).

Tak hanya bentor, bajaj dari luar Kota Jogja juga akan dilarang masuk kawasan Malioboro. Untuk mendukung penegakan aturan, Dishub DIY bersama kepolisian dan pemerintah kabupaten/kota akan memasang papan larangan serta portal di sejumlah akses masuk menuju Malioboro.

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menargetkan seluruh bentor dan becak konvensional di kawasan Malioboro dapat tergantikan oleh becak listrik paling lambat 2028.

Menurut Hasto, Pemkot akan mengusulkan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 dan APBD 2027 untuk mempercepat pengadaan sekitar 500 becak listrik.

Untuk mencegah munculnya armada baru, bantuan becak listrik hanya diberikan kepada pengemudi yang sekaligus pemilik kendaraan dan telah terdaftar dalam koperasi. Data penerima juga telah dikunci sehingga tidak ada penambahan nama baru.

Setiap becak listrik yang diserahkan dibarengi penghancuran bentor lama. Material hasil pembongkaran kemudian diserahkan kepada koperasi untuk dijual kembali oleh anggota.

Kebijakan ini mendapat dukungan dari Ramlan (63), pengemudi bentor yang kendaraannya dialihkan menjadi becak listrik. Ia mengaku rela bentornya dihancurkan karena menilai becak listrik lebih nyaman dan ramah lingkungan.

“Saya ikhlas becaknya dihancurkan dan diganti becak listrik. Wisatawan juga akan lebih suka karena tidak berisik dan lebih bersih,” katanya. (*)