
Setelah pesta pergantian tahun usai, giliran pasukan oranye beraksi. Hanya butuh waktu kurang dari satu jam, Pemerintah Kota Jogja mengklaim sukses membersihkan 30 ton sampah yang berserakan usai perayaan malam pergantian tahun, Kamis (1/1/2025) dini hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, mengungkapkan pihaknya tak mau ambil risiko dengan membiarkan sampah menumpuk hingga pagi.
Sejak pukul 22.00 WIB Rabu malam, ratusan petugas sudah disiagakan dalam posisi “bersiap” di berbagai titik strategis.
“Jam 12 (malam) personel merapat, dan jam 00.15 WIB langsung bergerak pembersihan. Alhamdulillah, jam 01.00 WIB semua sudah bersih,” ujar Rajwan lepada wartawan, Kamis (1/1/2025).
Dalam operasi kilat tersebut, DLH Kota Yogyakarta mengerahkan kekuatan penuh sebanyak 175 personel.
Tak hanya tenaga manusia, armada kebersihan pun diturunkan, terdiri dari 20 unit truk dan 40 kendaraan roda tiga. Mereka menyisir lima “zona merah” sampah, yakni Tugu Pal Putih, Titik Nol Kilometer, Parkir Ngabean, dan beberapa lokasi krusial lainnya.
“Total sampah yang terkumpul malam tadi sekitar 30 ton. Itu dari semua titik,” tambahnya.
Menariknya, puluhan ton sampah sisa pesta rakyat ini tidak dibuang ke TPA Piyungan. Rajwan memastikan seluruh sampah tersebut dikelola secara mandiri oleh Pemkot Jogja.
Mekanismenya, sampah diangkut dari lokasi ke depo, lalu langsung didistribusikan ke unit-unit pengolahan sampah milik kota.
“Diolah sendiri, karena kapasitas 30 ton itu masih masuk hitungan untuk dibawa ke unit pengolahan kami,” pungkasnya. (*)













