
Suasana pergantian tahun di Heha Sky View, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terasa berbeda pada Rabu (31/12/2025) malam. Jika biasanya malam tahun baru identik dengan dentuman dan percikan kembang api, destinasi wisata populer ini memilih langkah syahdu dengan menerbangkan 1.000 balloon light (balon bercahaya).
Dalam acara bertajuk “Heha Hore”, ribuan balon tersebut dilepaskan serentak tepat saat hitung mundur menuju tahun 2026 berakhir. Cahaya yang perlahan naik ke angkasa menciptakan suasana hening dan penuh refleksi, menggantikan keriuhan pesta dengan momen doa bersama.
Simbol Solidaritas
General Manager Heha Sky View, Nur Wijayanti, mengungkapkan bahwa perubahan konsep ini dilakukan untuk menghormati situasi nasional, khususnya bencana yang melanda wilayah Sumatera, serta mematuhi keputusan pemerintah terkait larangan pesta kembang api.
“Heha Hore tahun ini sedikit berbeda. Kami tidak menganggap ini sebagai perayaan besar. Dengan mematuhi keputusan pemerintah, rasanya kurang elok kalau kami menyebutnya pesta. Ini lebih ke acara hiburan biasa dengan konser kecil-kecilan,” ujar Nur, dalam keterangan tertulisnya Jumat (2/1/2026).
Nur mengakui, larangan kembang api sempat menjadi tantangan tersendiri mengingat tiket telah terjual sebelum kebijakan tersebut rilis. Namun, manajemen bergerak cepat mencari alternatif yang tetap berkesan tanpa melanggar aturan.
“Kami memilih mengganti kembang api dengan balloon light. Angka 1.000 balon ini kami maknai sebagai simbol doa yang dilangitkan. Harapannya, semakin banyak yang berdoa, semakin banyak yang dikabulkan, terutama untuk saudara-saudara kita di Sumatera,” tambahnya.
Prioritas Keamanan Pengunjung
Selain aspek empati, faktor keamanan juga menjadi pertimbangan utama. Direktur Utama Heha Sky View, Rio Handono Mawardi, menjelaskan alasan pemilihan balon bercahaya dibanding lampion api tradisional.
“Kalau lampion, takutnya ada unsur membakar sesuatu dan berisiko kebakaran. Kami tidak ingin ada potensi bahaya. Balon relatif lebih rendah risikonya, tidak berurusan dengan api, dan tetap aman meskipun turun hujan,” jelas Rio.
Perubahan konsep menjadi lebih kontemplatif ini justru mendapat sambutan hangat dari pengunjung. Ika, wisatawan asal Lumajang, mengaku terkesan dengan suasana yang dihadirkan.
“Biasanya tahun baru identik dengan kembang api yang ramai dan bising. Di sini rasanya beda, lebih tenang tapi tetap berkesan. Saat balon dilepas bareng-bareng, rasanya seperti melangitkan doa bersama,” tuturnya.
Hiburan Musik hingga Dini Hari
Meski berkonsep sederhana, acara yang berlangsung pukul 18.00 hingga 01.00 WIB ini tetap dimeriahkan oleh deretan musisi Tanah Air, antara lain Ngatmombilung, Orkes Pensil Alis, Mendadak Karaoke, Romanticoustic, Jeyma Monica & Acoustic, serta Dictionary Band.
Dengan tiket seharga Rp150.000, pengunjung mendapatkan akses penuh ke area wisata, spot foto, jas hujan, terompet, serta kesempatan memenangkan doorprize. Acara ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga wujud komitmen Heha Sky View dalam mendukung pariwisata Gunungkidul dan menggerakkan ekonomi UMKM sekitar di momen akhir tahun. (*)












