Satu Dasawarsa Sanggar Seni Kinanti Sekar, Jalin Kerjasama Strategis untuk Pengembangan Budaya

0
171
Sekar Kinanti Rahina sebagian bersama beberapa staf dan pengajar di sanggarnya saat merayakan peringatan ulang tahun ke 10 Sanggar Seni Kinanti Sekar. (zukhronnee muhammad)

Sanggar Seni Kinanti Sekar resmi merayakan ulang tahun ke-10 pada 24 Juli 2025 dengan pencapaian signifikan: 264 siswa aktif tersebar di 32 kelas dan 6 lokasi pelatihan di Yogyakarta dan sekitarnya.

Pendiri sanggar, Kinanti Sekar Rahina, menyatakan komitmen sanggar untuk terus mengembangkan potensi seni sebagai aktivitas kebebasan ekspresi dengan penanaman nilai-nilai keluhuran budaya.

“Sanggar terus berusaha memberikan ruang bagi anak-anak mengolah diri agar menjadi pribadi yang berani menuangkan gagasan, bertanggung jawab, dan cakap berinteraksi sosial,” ujar Sekar saat memperingati satu dasawarsa sanggarnya, Minggu (27/7/2025).

Tahun 2025 ini menjadi milestone penting dengan penandatanganan kerjasama bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan SMKI Yogyakarta. Kerjasama ini fokus pada peningkatan kompetensi peserta didik dalam industri seni.

Manajer Sanggar, Nur Alfiyah, menyampaikan bahwa jejaring kerjasama juga terjalin dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X untuk pelestarian dan pengembangan budaya melalui pembelajaran tari tradisional.

Sementara itu, Kepala Divisi Kurikulum, Fetria Ana Rachmawati, menjelaskan sanggar menerapkan dua sistem pembelajaran: seri dan paralel. Sistem seri mengharuskan pembelajaran bertahap berdasarkan tingkat kesulitan, sementara sistem paralel memberikan kebebasan siswa memilih materi tarian.

Sejak bergabung dengan program UNESCO Creative Youth at the Indonesian Heritage Sites (2017), sanggar meraih berbagai penghargaan, termasuk pemenang Youth Creative Competition UNESCO (2018), apresiasi Kementerian Luar Negeri (2022), penghargaan Gubernur DIY (2023), dan apresiasi Istana Kepresidenan (2024).

Sanggar juga mengembangkan program Cultural Experience untuk wisatawan domestik dan mancanegara, menawarkan pembelajaran tari, karawitan, tembang, aksara Jawa, dan meracik jamu.

Keenam lokasi pelatihan tersebar di Rumah Kelas Pagi Yogyakarta, Sendangsari Minggir Sleman, Pendhapa Jayadipuran, Pendhapa Royal Ambarrukmo, Kedai Animalika Kaliurang, dan Tembi Rumah Budaya. (*)