Sembunyi di ‘Safe House’ Cilacap, Tiga Eksekutor Pembacokan di SMAN 3 Jogja Ditangkap

0
4
Kapolresta Jogja Kombes Pol Eva Guna Pandia saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolresta Jogja. (istimewa)

Polisi membongkar safe house geng motor di Cilacap, Jawa Tengah, yang diduga menjadi tempat pelarian lintas kelompok pelaku kejahatan jalanan dari DIY.

Rumah tersebut terungkap setelah Satreskrim Polresta Yogyakarta bersama Jatanras Polda DIY menangkap tiga pelaku pembacokan maut terhadap AA (18) di kawasan Kridosono, dekat SMAN 3 Yogyakarta, Minggu (17/5/2026) silam.

Tiga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial LA, AF, dan MY. Mereka diduga sebagai eksekutor dalam penganiayaan yang menewaskan korban. Ketiganya ditangkap di rumah persembunyian tersebut setelah sempat melarikan diri ke Cilacap.

Kapolresta Jogja, Eva Guna Pandia, membenarkan penangkapan itu.

“Kasat Reskrim bersama jajaran dan Jatanras Polda berhasil mengamankan tiga pelaku di daerah Cilacap. Perannya sebagai eksekutor, saat ini masih kami dalami,” kata Pandia kepada wartawan Kamis (21/5/2026).

Fakta baru terungkap, safe house itu bukan pertama kali digunakan pelaku kriminal dari DIY untuk bersembunyi. Rumah yang sama sebelumnya juga menjadi tempat pelarian kelompok pelaku pembunuhan Ilham Dwi Saputra (16), pelajar asal Bantul yang meninggal usai dianiaya di Pandak pada April lalu.

Kasat Reskrim Polresta Jogja, Riski Adrian, mengatakan meski kedua kasus melibatkan geng berbeda, para pelaku memiliki jaringan solidaritas kuat dan saling melindungi.

“Beda geng, tapi mereka punya ikatan solidaritas sangat tinggi,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan, rumah itu diketahui milik seorang remaja yang tinggal sendiri karena orang tuanya bercerai. Kondisi tersebut membuat rumah bebas diakses dan kerap dipakai berkumpul anggota geng motor dari berbagai daerah.

“Waktu digerebek banyak anak-anak di sana. Tapi yang lain tidak terkait kasus kami. Menurut Polsek setempat, mereka rata-rata anggota geng motor,” ujarnya.

Keberadaan rumah itu disebut sudah lama dikeluhkan warga karena diduga menjadi sumber keresahan lingkungan. Hingga kini, polisi masih memburu tiga pelaku lain yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus pembacokan maut Kridosono. (*)