“Believe” Tayang Serentak, Roadshow Film Patriotik Ini Sentuh Hati Penonton Yogyakarta

    0
    163
    Sesi bincang bersama wartawan seusai pemutaran film Believe di XXI Ambarrukmo Plaza Yogyakarta. (zukhronnee muhammad)

    Film laga-drama Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian yang kini tengah tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia, hadir menyapa publik Yogyakarta dalam rangkaian roadshow yang digelar di Plaza Ambarrukmo, Sabtu (26/7/2025).

    Tak sekadar promosi, kehadiran para pemain dan sutradara film ini justru menghadirkan ruang reflektif yang mendalam tentang arti cinta, pengorbanan, dan keberanian dalam keluarga.

    Tiga tokoh sentral dalam film, yakni Ajil Ditto (pemeran Agus), M. Iqbal Sulaiman (Abel), serta sutradara Arwin Tri Wardhana, hadir langsung dalam acara yang berlangsung akrab bersama ratusan penonton.

    Mereka berbagi pengalaman di balik layar dan alasan mengapa Believe bukan sekadar film aksi, melainkan karya yang menyentuh sisi emosional penonton.

    “Film ini bicara tentang keberanian yang diam-diam dilakukan oleh seorang ayah, yang tak banyak kata, tapi penuh cinta. Kami ingin menunjukkan sisi lain dari sosok tentara yang sering hanya dikenal lewat barisan dan senjata,” ungkap Arwin Tri Wardhana dalam sesi bincang bersama wartawan pada Sabtu (26/7/2025).

    Film ini mengisahkan perjalanan Agus, putra dari prajurit TNI Serka Dedi, yang tumbuh dalam pola asuh keras dan minim pelukan. Namun seiring waktu, Agus memahami bahwa ketegasan sang ayah bukanlah bentuk penolakan, melainkan cara mencintai dalam senyap.

    Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata dan ditulis dengan bumbu emosional yang kuat oleh duet sutradara Arwin dan Rahabi Mandra.

    Believe adalah karya perdana rumah produksi Bahagia Tanpa Drama, digawangi produser Celerina Judisari. Film ini dibintangi jajaran aktor dan aktris papan atas seperti Ajil Ditto, Adinda Thomas, Wafda Saifan, Marthino Lio, Maudy Koesnaedi, dan Reza Nangin.

    Selain unsur drama dan laga, film ini juga mengangkat nilai-nilai kearifan lokal. Falsafah Jawa seperti “Urip iku kudu wani ngimpi lan wani nglakoni” (Hidup harus berani bermimpi dan berani menjalaninya), serta “Jer basuki mawa beya” (Keberhasilan butuh pengorbanan), menjadi fondasi moral cerita.

    “Kalimat-kalimat ini tak hanya memperkuat nuansa kebudayaan dalam film, tapi juga menyampaikan pesan universal yang menggugah,” lanjutnya.

    Respons penonton pun luar biasa. Hingga Sabtu (26/7/2025) sore, film ini telah ditonton lebih dari 272 ribu orang sejak tayang perdana pada 24 Juli 2025. Banyak yang mengaku menangis dan merenung seusai menonton.

    “Banyak yang bilang ini bukan film keluarga biasa. Ini tentang ayah-anak, tentang luka lama yang disembuhkan dengan keberanian,” ujar Ajil Ditto.

    Roadshow di Yogyakarta menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan promosi film ini, dengan harapan menyentuh lebih banyak hati di berbagai kota.

    Believe tidak hanya menghibur, tapi juga membuka ruang diskusi tentang pola asuh, komunikasi dalam keluarga, hingga makna pengabdian tanpa pamrih.

    “Kalau punya waktu, tontonlah bersama orang yang kalian cintai. Bisa jadi, film ini menjembatani percakapan yang selama ini sulit diungkapkan,” tutupnya.

    Believe kini tayang di seluruh bioskop tanah air. Sebuah karya penuh aksi, penuh rasa.(*)