Empat Bulan Tak Digaji, Eks Karyawan RSU Griya Mahardika Tuntut Kepastian Hak

0
5
Puluhan eks karyawan RSU Griya Mahardika menggelar aksi damai di halaman rumah sakit, menuntut kepastian pembayaran tunggakan gaji selama empat bulan serta hak pesangon yang hingga kini belum dipenuhi manajemen. (istimewa)

Puluhan eks karyawan RSU Griya Mahardika menggelar aksi damai di halaman rumah sakit di Jalan Parangtritis Km 4, Bangunharjo, Bantul, Sabtu (27/6). Mereka menuntut kepastian pembayaran tunggakan gaji selama empat bulan serta hak pesangon yang hingga kini belum dipenuhi manajemen.

Para eks pekerja menyebut gaji mereka tidak lagi dibayarkan sejak Februari 2026. Meski demikian, mereka tetap bekerja untuk menjaga pelayanan rumah sakit, terutama bagi pasien yang membutuhkan layanan darurat.

Koordinator eks pekerja, Nurul Fitriah, mengatakan pihaknya hanya meminta kepastian pembayaran atas hak yang telah diperoleh selama bekerja.

“Kami hanya meminta hak yang memang sudah kami kerjakan. Kalau memang pembayarannya harus dicicil, kami siap membicarakan, tetapi harus ada kepastian kapan dibayarkan,” ujarnya.

Nurul menjelaskan persoalan bermula sejak Desember 2025 ketika pembayaran gaji mulai terlambat. Jadwal pembayaran yang semula setiap tanggal 5 bergeser menjadi tanggal 15 hingga 25 pada bulan berikutnya.

Pada Januari 2026, gaji masih dibayarkan, namun secara bertahap hingga tiga kali dan baru lunas pada Maret 2026. Memasuki Februari 2026, pembayaran upah berhenti sama sekali.

Karena tidak mencapai kesepakatan, para pekerja menempuh mediasi di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bantul. Dalam mediasi pada 4 Juni 2026 disepakati sebanyak 30 dari 36 pekerja di-PHK efektif per 1 Juni 2026. Namun, menurut pekerja, hingga kini surat PHK maupun pembayaran pesangon belum diterima.

Perwakilan pekerja, Ignatius Hari Mukti, mengatakan selama proses mediasi manajemen selalu menyampaikan alasan masih menunggu rumah sakit terjual kepada investor baru.

“Setiap kami bertanya, jawabannya selalu menunggu rumah sakit terjual. Yang kami butuh sebenarnya sederhana, ada tanggal yang jelas,” katanya.

Usai aksi, perwakilan eks karyawan diterima pihak rumah sakit dalam pertemuan yang difasilitasi kepolisian dan mediator Disnaker Bantul.

Mewakili manajemen, Putri Agustiningtyas Kurniawati menyatakan menghormati penyampaian aspirasi para eks pekerja dan berjanji meneruskan tuntutan tersebut kepada manajemen pusat. (*)