
Setengah abad pementasan Ramayana Ballet Pura Wisata tak hanya menjadi penanda panjangnya perjalanan seni tradisi di Yogyakarta. Perayaan ke-50 yang digelar di Gazebo Garden Mandira Baruga, Jalan Brigjen Katamso, Yogyakarta, Senin (10/8/2026) malam, juga menunjukkan tumbuhnya minat generasi muda terhadap seni tari.
Komisaris Mandira Baruga, Dr. dr. Ulla Nuchrawaty, mengatakan partisipasi sanggar tari dalam Festival Ramayana Ballet tahun ke-5 meningkat tajam. Dari 14 sanggar pada penyelenggaraan sebelumnya, jumlah pendaftar tahun ini mencapai 72 sanggar. Panitia kemudian membatasi peserta menjadi 50 sanggar, menyesuaikan usia emas Ramayana Ballet Pura Wisata.
“Konservasi ini menyasar generasi muda berusia 16 tahun ke bawah. Mereka adalah pilar dan biji mata kita untuk merawat budaya bangsa,” ujar Ulla.
Menurut dia, perjalanan Ramayana Ballet Pura Wisata juga telah menjangkau 14 negara. Salah satu capaian yang disebut menonjol yakni penghargaan sebagai kontingen dengan pementasan Ramayana Ballet terbaik dalam sebuah gelaran budaya di India.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon, melalui sambutan yang dibacakan Kepala BPK Wilayah XXIII Nahar Cahyandaru, mengapresiasi konsistensi pementasan selama 50 tahun tanpa jeda. Ramayana Ballet Pura Wisata dinilai bukan hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga bagian dari diplomasi budaya Indonesia.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata DIY Atik Sudarmi menilai keberlangsungan pementasan selama setengah abad menunjukkan ketekunan dalam menjaga budaya di tengah modernisasi.
Perayaan bertema “50 Tahun Mengabdi Menjaga Warisan Budaya” itu juga diisi penganugerahan Satkara Ratri Anugerah Kebudayaan Mandira Baruga kepada empat tokoh yang dinilai berjasa dalam pelestarian seni tradisi.
Malam perayaan ditutup dengan penampilan gamelan Kiai Kanjeng dan Ramayana Ballet bagi para tamu undangan.(*)












