Belatung Berjatuhan di Jalan, Depo Sampah Suryowijayan Menumpuk Ganggu Warga

0
136
Belatung berjatuhan di jalan setapak tempat warga melintas menuju pasar Suryowijayan. (zukhronnee muhammad)

Tumpukan sampah setinggi 3 meter di Depo Suryowijayan, Kota Yogyakarta, menimbulkan keluhan serius dari warga. Belatung dari gunungan sampah berjatuhan di jalan setapak yang dilalui pengunjung Pasar Suryowijayan, sementara air lindi mengalir ke area sekitar.

Lokasi depo yang berada di pojok perempatan dan berdampingan dengan pasar tradisional serta rumah makan memperparah dampak bau menyengat yang mengganggu aktivitas warga sehari-hari.

Seorang penggerobak sampah yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, penumpukan terjadi meski jadwal pengangkutan sudah berjalan rutin pada Senin, Selasa, Kamis, Jumat, dan Sabtu.

“Armadanya tidak memadai, hanya satu truk kecil. Sementara sampah terus bertambah setiap hari,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).

Ia menyoroti ketidakseimbangan antara volume sampah yang dikumpulkan dari rumah-rumah warga dengan kapasitas pengangkutan yang tersedia.

“Seharusnya Pemkot punya solusi. Kami sudah mengambil sampah dari rumah warga, jangan sampai menumpuk apalagi di pinggir jalan dekat pasar,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan DLHK DIY terkait kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan.

“Setiap minggu ada jatah 300 ton ke TPA Piyungan. Jadi insyaallah cukup untuk menjaga agar sampah tidak menumpuk terlalu lama di depo,” ungkapnya.

Namun ia mengakui situasi di lapangan kerap dinamis. Gangguan pengangkutan atau cuaca ekstrem dapat menyebabkan tumpukan sampah kembali muncul, terutama di depo dengan kapasitas terbatas.

Untuk itu, DLH mengambil langkah inovatif dengan menerapkan sistem penimbangan digital di delapan dari belasan depo yang ada.

“Dengan sistem timbangan ini, kami bisa tahu berapa berat sampah yang masuk setiap hari dan dari mana asalnya. Datanya akan terus diperbarui secara harian,” jelasnya. (*)