ARTJOG Minta Maaf atas Kekerasan saat Pembukaan, Lakukan Evaluasi Secara Menyeluruh

0
3
Fasad yang merupakan bagian karya Roby Dwi Antono yang terkena siraman cat saat aksi performance art dan protes oleh salah satu seniman saat pembukaan ARTJOG 2026. (Istimewa)

Manajemen ARTJOG meminta maaf atas tindakan kekerasan yang terjadi saat pembukaan ARTJOG 2026 di Jogja National Museum (JNM), Jumat (19/6/2026). 

Permintaan maaf itu disampaikan di tengah tuntutan sejumlah seniman yang melayangkan pengaduan melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) terkait insiden tersebut.

Direktur ARTJOG, Heri Pemad, mengaku menyesalkan peristiwa yang terjadi saat pembukaan pameran.

“ARTJOG menyesalkan kejadian semalam dan meminta maaf karena terjadi kekerasan di area ARTJOG,” kata Heri, Sabtu (20/6/2026).

Insiden itu terjadi di tengah polemik keterlibatan Didit Foundation sebagai salah satu pendukung ARTJOG 2026. Kerja sama tersebut menuai kritik dari sebagian seniman yang menuding ARTJOG menjadi bagian dari praktik artwashing.

Menanggapi tudingan itu, Heri menegaskan seluruh kemitraan yang dijalin ARTJOG bertujuan mendukung dan memperkuat ekosistem seni.

“Proses kemitraan yang kami tempuh selalu mengedepankan kesamaan visi dalam memperkuat ekosistem seni,” ujarnya.

Saat pembukaan pameran, aksi protes juga diwarnai pelemparan cat ke fasad karya seniman Roby Dwi Antono. Namun, ARTJOG memutuskan tidak membersihkan cat yang menempel pada karya tersebut.

Ia menambahkan hingga kini belum ada keberatan dari Roby Dwi Antono terkait kondisi karyanya pascainsiden.

Meski terjadi aksi pelemparan cat, ARTJOG memastikan tidak akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

“Sampai saat ini kami tidak akan menempuh jalur hukum,” ujarnya.

Terkait kerja sama dengan Didit Foundation, Heri mengatakan manajemen masih melakukan evaluasi menyeluruh atas berbagai perkembangan yang terjadi belakangan ini.

Ia juga menjelaskan bahwa Didit Foundation bukan satu-satunya pihak yang mendukung penyelenggaraan ARTJOG 2026. Menurutnya, ARTJOG selama ini menjalin komunikasi dengan banyak calon mitra untuk mendukung keberlangsungan acara.

Sementara keputusan menurunkan logo Didit Foundation dari banner promosi dilakukan setelah ARTJOG mendengar kritik yang berkembang di publik.

“Kami menghormati kritik publik dan bersepakat melakukannya,” kata Heri. (*)