Insiden di Mandiri Jogja Marathon Selesai, Danrem dan Marshal Sepakat Berdamai

0
7
Tangkapan layar video kedua belah pihak berdamai. (istimewa)

Insiden kesalahpahaman yang sempat terjadi antara petugas marshal dan Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, saat gelaran Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 berakhir damai. Kedua pihak sepakat saling meminta maaf dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Kepastian tersebut disampaikan melalui video klarifikasi yang diunggah Penerangan Kodam (Pendam) IV/Diponegoro.

“Permasalahan ini sudah selesai dengan baik. Semua pihak telah saling memahami dan saling memaafkan,” demikian pernyataan dalam unggahan tersebut.

Insiden bermula ketika Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menghadiri MJM 2026 sebagai undangan Bank Mandiri. Saat kegiatan berlangsung, ajudan Danrem berlari lebih dahulu untuk mengambil dokumentasi kegiatan.

Namun, petugas marshal yang berjaga di lintasan menghentikan dan menertibkan ajudan tersebut karena berada di jalur peserta lomba. Situasi sempat memicu ketegangan lantaran kedua pihak tidak memiliki identitas yang mudah dikenali di lapangan.

Petugas marshal diketahui tidak mengenakan tanda pengenal (ID card), sementara ajudan Danrem memakai jersey kegiatan tanpa nomor dada (BIB) dan tidak menggunakan atribut kedinasan.

Mengetahui kejadian tersebut, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono mendatangi petugas untuk menjelaskan bahwa pria yang ditertibkan merupakan pengawal pribadinya. Namun tetap pria tersebut tidak diperkenankan mengikuti.

Pihak Bank Mandiri dan petugas marshal kemudian menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono juga menyampaikan permohonan maaf agar insiden tersebut tidak berkembang menjadi polemik.

Dalam video klarifikasi yang sama, ajudan Danrem turut meminta maaf karena memasuki area lintasan tanpa mengenakan nomor dada peserta.

Kedua belah pihak sepakat menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi bersama, terutama terkait kejelasan identitas petugas dan peserta pendukung serta pentingnya koordinasi di lapangan dalam penyelenggaraan ajang olahraga berskala besar. (*)