Aktivitas 16 Jam Tanpa Henti, Christiano Mengaku Kurang Konsentrasi Saat Tabrak Argo hingga Tewas

0
172
Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan saat ini menjadi tersangka atas kecelakaan yang menewaskan Argo Ericko Achfandi. (zukhronnee muhammad)

Aktivitas padat selama 16 jam tanpa henti diduga menjadi penyebab kurangnya konsentrasi Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan (21) saat menabrak pemotor Argo Ericko Achfandi (19) hingga tewas di Jalan Palagan, Ngaglik, Sleman, Sabtu (24/5) dini hari.

Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo mengungkapkan pengakuan Christiano, tersangka menjalani aktivitas padat sejak pukul 07.00 hingga 23.30 WIB sebelum kecelakaan terjadi.

“Mulai jam 7 pagi sampai jam 8 malam, kuliah, lalu bersepeda, lalu olahraga padel, lanjut kelas sore, jam 20.00 main biliar, lalu ke kos temannya, dan baru kembali ke kontrakan sekitar pukul 23.30,” ungkap Edy menyebutkan pengakuan Christiano, pada Rabu (28/5/2025).

Setelah sampai kontrakan, Christiano kembali keluar pada pukul 00.40 WIB dan kecelakaan terjadi 20 menit kemudian sekitar pukul 01.00 WIB.

Saat kejadian, Christiano mengakui mengendarai BMW dengan kecepatan 50-60 km/jam, melebihi batas maksimal 40 km/jam di jalan tersebut. Ia menabrak Argo yang sedang berputar arah menggunakan Honda Vario.

“Dia tidak membunyikan klakson, tidak ada upaya menghindar. Bahkan pengereman dilakukan setelah tabrakan,” kata Edy menjelaskan kondisi tersangka yang kurang konsentrasi.

Meski demikian, polisi masih mendalami apakah tersangka mengantuk saat berkendara. “Kalau mengantuk, kita harus buktikan. Tidak bisa hanya berdasarkan prediksi,” tegasnya.

Hasil tes urine menunjukkan Christiano negatif alkohol dan narkoba. Tersangka kini dijerat Pasal 310 ayat 4 UU Lalu Lintas dengan ancaman hukuman hingga enam tahun penjara. (*)