
Tempat biliar kini tidak lagi identik dengan hiburan malam yang memiliki stigma negatif. Di kawasan Selatan Yogyakarta, sebuah ruang baru bernama Lucky Billiard, Coffee, Eatery hadir membawa konsep berbeda yaitu tempat olahraga, nongkrong, sekaligus ruang pembinaan anak muda yang bebas alkohol.
Lucky Billiard resmi dibuka pada Kamis (28/5/2026) di Jalan Wates KM 3, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Lokasinya berada di titik pertemuan Kota Yogyakarta, Bantul, dan Sleman yang dinilai strategis menjangkau komunitas muda di kawasan Jogja Raya.
Mengusung konsep non-alcohol, tempat ini ingin menghadirkan suasana yang aman dan nyaman bagi semua kalangan, termasuk pelajar dan keluarga. Tidak hanya menyediakan area bermain biliar, tempat tersebut juga dilengkapi coffee shop dan eatery sebagai ruang berkumpul masyarakat.
Owner Lucky Billiard, Lucky, mengatakan tempat ini lahir dari keresahan terhadap minimnya ruang positif bagi anak muda.
“Idenya berawal dari keinginan agar anak-anak muda di sekitar sini memiliki kegiatan yang positif. Paling utama bagaimana caranya mengubah stigma bahwa biliar ini benar-benar olahraga,” ujarnya saat ditemui disela pembukaan.
Menurutnya, olahraga biliar memiliki potensi besar sebagai wadah pengembangan bakat sekaligus aktivitas yang dapat mengurangi kenakalan remaja, termasuk fenomena klitih yang masih menjadi perhatian di Yogyakarta.
“Kalau anak-anak punya aktivitas dan ruang berkumpul yang sehat, mereka bisa lebih terarah,” katanya.
Komitmen itu diwujudkan dengan membuka program pembinaan atlet junior. Program latihan tersebut menjadi salah satu fokus utama Lucky Billiard sejak awal berdiri.
“Kami fokus pada pembinaan. Salah satu misi terbesar saya adalah mengadakan coaching atau training untuk junior. Saat ini sudah ada lima anak yang mendaftar,” ungkap Lucky.
Untuk mendukung pembinaan dan kompetisi, Lucky Billiard menyediakan 10 meja biliar dengan spesifikasi standar turnamen internasional. Fasilitas itu juga dilengkapi bola premium Aramith Pro yang umum digunakan para pemain profesional.
Ke depan, manajemen berencana menggelar turnamen secara berkala. Seri pertama dijadwalkan berlangsung pada 29 Mei mendatang sebagai langkah awal membangun ekosistem olahraga biliar di Yogyakarta.

Pengunjung menjajal fasilitas billiard yang ada di Lucky Billiard. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)
Wakil Walikota Jogja sekaligus koordinator wilayah tengah DPP Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI), Wawan Harmawan, menilai kehadiran Lucky Billiard bisa menjadi alternatif ruang olahraga baru bagi masyarakat, khususnya anak muda.
“Memang pariwisata itu tidak bisa dipisahkan antara Bantul, Kota, dan Sleman. Orang lebih nyaman menyebutnya Jogja Selatan atau Jogja Raya. Kalau di Jakarta ada Jaksel, di Jogja ada Jogsel,” ujar Wawan.
Menurutnya, konsep yang diusung Lucky Billiard dapat menjadi bagian dari pengembangan sport tourism di Yogyakarta.
“Lucky Billiard ini menjadi tempat alternatif untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Untuk anak muda juga menjadi alternatif baru bagi warga Yogyakarta,” katanya.
Ia berharap keberadaan tempat tersebut mampu melahirkan atlet-atlet muda sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor wisata olahraga. (*)
















