Mahasiswa UGM yang Tewas saat Berkemah Ternyata Fotografer di Keraton Yogyakarta

0
5
Pemakaman Bagas Amar Hakiki. (istimewa)

Duka menyelimuti Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta setelah salah satu fotografer lepas dalam tim dokumentasinya, Bagas Amar Hakiki (21), ditemukan meninggal bersama tiga anggota keluarganya saat berkemah di kawasan Kledung, Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (28/5/2026).

Bagas diketahui merupakan mahasiswa Sastra Prancis Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2022.

Ia tergabung dalam tim inti dokumentasi Kawedanan Tandha Yekti sebagai fotografer lepas setelah sebelumnya mengikuti program magang di lingkungan keraton pada 2024.

Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi RW Kartiutami Guritno, mengatakan kemampuan fotografi Bagas membuatnya direkrut usai menyelesaikan masa magang selama satu tahun.

“Dari magang tersebut kami melihat keahlian fotografinya yang mumpuni, sehingga setelah masa magangnya selesai, Bagas bersama dua temannya menjadi bagian dari tim dokumentasi sebagai fotografer lepas,” kata Kartiutami saat dihubungi wartawan pada Kamis (28/5/2026).

Ia menegaskan Bagas bukan abdi dalem, melainkan bagian dari tim dokumentasi freelance yang bekerja bersama sejumlah abdi dalem di Kawedanan Tandha Yekti.

“Tim dokumentasi kami sebagian abdi dalem, sebagian freelance,” ujarnya.

Menurut Kartiutami, Bagas dikenal sebagai pribadi yang ringan tangan dan menyenangkan di lingkungan kerja.

“Bagas kami kenang sebagai pribadi yang senang membantu, bisa diandalkan, dan menyenangkan. Kami sangat kehilangan sekali, bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tapi juga kolega, rekan, adik, sahabat baik,” ungkapnya.

Bagas ditemukan meninggal bersama ayah, ibu, dan adiknya di dalam tenda kemping di kawasan wisata Kledung, Temanggung. Korban lainnya masing-masing Muhammad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), dan Alvino Evan Hakim (16), warga Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Polisi menduga keempat korban meninggal akibat keracunan makanan barbeque yang dibawa sendiri saat berkemah. Dugaan itu masih didalami melalui autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik Polda Jawa Tengah. (*)