Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) mulai serius membangun kekuatan nasional menuju Asian Games 2026 dan kualifikasi Piala Dunia Padel. Momentum itu ditegaskan dalam ajang internasional FIP Bronze Jogja, Minggu (24/5/2026), yang sekaligus menjadi panggung seleksi atlet menuju tim nasional.
Ketua Umum Galih Kartasasmita mengatakan, untuk pertama kalinya padel akan dipertandingkan di Asian Games 2026. Karena itu, PBPI langsung menyiapkan langkah konkret.
“Setelah dari Jepang, kita akan menghadapi Kualifikasi Asia menuju Piala Dunia. Kalau lolos, kita masuk ke Piala Dunia,” kata Galih.
Usai FIP Bronze Jogja, PBPI langsung memantau performa atlet untuk memilih 20 pemain putra dan putri yang akan diserahkan kepada pelatih timnas. Salah satu atlet yang mencuri perhatian ialah atlet asal Yogyakarta, Novela Putri.
Tak hanya fokus ke tim senior, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia Junior 2026 di Jakarta pada November mendatang, dengan peserta lebih dari 14 negara.
Galih menyebut perkembangan padel di Indonesia tumbuh sangat cepat. Jika pada 2021 hanya ada tiga lapangan, kini jumlahnya telah menembus sekitar 1.000 court di seluruh Indonesia. Di Yogyakarta sendiri, sudah ada 54 lapangan aktif.
Namun, menurutnya, pertumbuhan fasilitas harus diikuti pembinaan yang serius.
“Tanpa bimbingan dan latihan yang betul, padel hanya akan jadi olahraga rekreasi saja,” tegasnya.
Untuk itu, PBPI mulai menggelar program sertifikasi pelatih dan wasit, dengan Yogyakarta dipilih sebagai salah satu pusat pelaksanaannya.
Dalam ajang ini, PBPI juga memperkenalkan dua figur internasional untuk memperkuat tim nasional, yakni Denise Hoefer dari Jerman dan Ari Moyà dari Spanyol.
“Kami ingin membantu Indonesia berkembang dan menjadi kekuatan baru padel di Asia,” ujar Denise.
Ketua PBPI DIY, RM Gustilantika Marrel Suryokusumo, menambahkan saat ini ada sekitar 35-40 klub padel di DIY yang terus didorong untuk memperkuat pembinaan atlet lokal. (*)

















