
Festival musik YK Rebelfest Volume 3 (2026) tidak hanya menjadi panggung perayaan 18 tahun perjalanan grup punk rock asal Yogyakarta, Rebellion Rose. Festival yang digelar bersama promotor Maha Creators itu juga membawa sejumlah gerakan sosial, mulai dari literasi, pengelolaan sampah, konservasi orangutan, ketahanan pangan, hingga sepak bola akar rumput.
“Sebenarnya ini sebuah keberanian dari kami untuk bisa membawa dan mengedukasi teman-teman yang selama ini mengikuti Maha Creators untuk mengetahui bahwa, oh ini loh kalau semisal kita membuat sebuah karya bersama,” ujar perwakilan Maha Creators, Engki, saat konferensi pers, Kamis (24/9/2026).
“Bukan cuma konser musik aja, bukan sekadar event, tapi harus banyak lini atau banyak pihak yang diajak berkolaborasi. Bukan semata-mata mencari nama, tapi di sini ada teman-teman COB, Kelompok Tani Muda, dan banyak lagi,” imbuhnya.
YK Rebelfest Volume 3 akan digelar pada Minggu, 27 September 2026 di Maguwoharjo International Stadium, Sleman, Yogyakarta, mulai pukul 11.30 WIB. Festival ini mengusung tajuk “YK Rebelfest Adalah Rumah Kedua!” dan slogan “Saatnya Berlebihan”, dengan semangat “Solidarity First, Punkrock Forever”.
Sebanyak 23 artis lintas generasi dijadwalkan tampil dalam tiga panggung dengan skala berbeda, yakni Frontliners Stage dengan konsep mini gigs atau panggung intim, Riot Stage sebagai panggung menengah, dan Mayhem Stage sebagai panggung utama.
Deretan penampil yang dijadwalkan hadir yakni Superman Is Dead, Rebellion Rose, Shaggydog, Endank Soekamti, Marjinal, Rocket Rockers, Begundal Lowokwaru, Death Vomit, Down For Life, Bravesboy, Romi & The Jahats (RTJ), Over Distortion, The Jeblogs, Threesixty, Jangar, Dongker, Lukanegara, Sukatani, Megatruh Soundsystem, Weekenders Service Crew (W.S.C), Aldy Amis, Klab Reggae Hore (KRH), dan Stereowall.
Vokalis Rebellion Rose, Fyan Sinner, mengatakan konsep tiga panggung tersebut sekaligus merepresentasikan perjalanan Rebellion Rose selama 18 tahun, dari panggung kecil hingga panggung besar.
“Hal tersebut adalah representasi perjalanan kami selama 18 tahun. Kami pernah manggung di panggung yang super mini, mini gigs. Nanti ada Frontliners Stage, lalu di tengah ada Riot Stage yang cukup besar, dan perjalanan membawa kami ke panggung yang lebih besar dan megah yaitu Mayhem Stage,” jelas Fyan.
Selain pertunjukan musik, YK Rebelfest Vol. 3 menghadirkan tujuh gerakan sosial dan komunitas di area festival. Kehadiran mereka menjadi bagian dari narasi “Welcome Home Sodaraku” yang dibawa dalam gelaran tersebut.
Tujuh gerakan dan komunitas itu terdiri atas Perpustakaan Jalanan DIY yang melanjutkan kolaborasi sejak 2017 melalui lapak baca dan ruang diskusi berbasis literasi; Rebel Recycle x Ngrumat.id yang bergerak dalam pengelolaan dan pemilahan sampah festival; serta The Centre for Orangutan Protection (COP) yang membawa edukasi advokasi pelestarian orangutan dan perlindungan hutan Kalimantan dari kebakaran.
Ada pula Harvestmind yang mengangkat isu ketahanan pangan dan perjuangan petani; Punk Football yang mempertemukan Rainfall FC dan Kalibrug FC sebagai wadah solidaritas melalui olahraga dari Bogor dan Purbalingga; Record Store melalui Armed with Love, Forever Comrades! sebagai ruang apresiasi rilisan fisik bersama label independen; serta Konspirasi Tuan Tanah (KTT) sebagai kolektif lokal yang menyajikan dekorasi dan atmosfer festival.
Aktivasi literasi juga dilakukan melalui pembagian zine atau media edukasi secara gratis oleh komunitas yang terlibat.
“Selain Perpustakaan Jalanan DIY, semua teman-teman community booth juga akan membagikan zine dari campaign-nya masing-masing. Jadi nanti teman-teman yang beruntung pasti bisa dapat zine itu secara gratis agar mereka mengerti campaign yang dibawakan,” kata Festival Director YK Rebelfest, Fahmi.
Penyelenggara juga menyiapkan skema pengamanan dan tim medik dari All Safe untuk menjaga kenyamanan penonton. Langkah itu disiapkan sekaligus untuk mengantisipasi aktivitas mosh atau pogo yang lazim dalam pertunjukan musik punk rock.
“Kami selalu mengusahakan untuk kenyamanan audiens yang datang karena notabene ini kan festival punk rock yang istilahnya banyak orang memandang identik dengan mosh atau pogo. Stigma orang-orang bakal mengira ini festival yang tidak ramah. Cuma kita selalu fasilitasi itu dengan mempersiapkan crowd control yang oke dan alur yang sangat proper,” tegas Fahmi.
Hingga konferensi pers, penjualan tiket YK Rebelfest Vol. 3 telah menembus lebih dari 8.000 lembar. Jumlah tersebut masih diperkirakan bertambah hingga hari pelaksanaan.
“Saat ini kita sudah terjual di angka 8.000 ke atas. Tahun lalu kita dipaksa menutup tiket di H-7, tapi di tahun ini alhamdulillah tidak ada arahan menutup penjualan tiket. Jadi semoga besok bisa lebih ramai lagi,” pungkasnya.
Tiket resmi masih tersedia melalui platform YesPlis dengan kategori Early Entry Pass seharga Rp99.000, Regular Pass Rp120.000, dan 2 Persons Pass Rp117.000 per tiket. (*)













