Tampil di Soundrenaline Yogyakarta, Duo Pop The Cottons Soroti Pergeseran Pendengar

0
8
The Cottons saat diwawancarai sebelum tampil di Soundrenaline Yogyakarta. (zukhronnee muhammad)

Duo musik indie pop asal Jakarta, The Cottons, sukses menyita perhatian publik lewat penampilan energik mereka di panggung Soundrenaline Yogyakarta 2026. Dipercaya mengisi slot prime time pada malam hari, pasangan musisi Kaneko Pardede dan Yehezkiel Tambun ini mengaku terkesan sekaligus sempat merasa tegang dengan antusiasme penonton Jogja yang luar biasa.

Vokalis The Cottons, Kaneko Pardede, mengungkapkan bahwa kebangkitan mereka di industri musik sejak 2024 tidak pernah dipatok dengan ekspektasi tinggi. Namun, sambutan hangat publik membuat perjalanan mereka berkembang jauh melebihi perkiraan awal.

“Pas muncul kembali di 2024 itu sebenarnya nothing to lose saja, pokoknya rilis lagu. Tapi ternyata bisa diterima pendengar yang semakin hari semakin banyak, bahkan bisa main di Soundrenaline di beberapa titik. Itu lumayan di luar ekspektasiku,” ujar Kaneko saat diwawancarai sebelum tampil pada Sabtu (31/10/2026).

Senada dengan Kaneko, Yehezkiel Tambun menegaskan bahwa fase perjalanan musik mereka saat ini bukan sekadar comeback, melainkan bentuk komitmen untuk bermusik secara lebih serius.

“Saya sih enggak pernah ngerasa comeback, karena sebenarnya tahun 2016 itu kita mulainya setengah-setengah antara nge-band serius atau cuma sekedar rilis lagu. Nah, di 2024 konsepnya merilis lagu yang lebih serius karena ada tawaran manggung untuk pertama kali. Jadi tepatnya bukan comeback, tapi baru memulai yang lebih serius,” jelas Yehezkiel.

Dari Milenial ke Gen Z

Dalam kesempatan tersebut, The Cottons juga menyoroti pergeseran demografi pendengar musik mereka. Jika pada awal kemunculan di era 2016 pendengar mereka didominasi oleh rekan sebaya dari generasi milenial, kini panggung-panggung pertunjukan mereka dibanjiri oleh generasi Z.

Perubahan ini diakui Yehezkiel turut memengaruhi gaya dan energi penampilan mereka di atas panggung.

“Yang paling berpengaruh ke kami sih contohnya celana jadi gombrang gara-gara ngikutin Gen Z,” seloroh Yehezkiel bersenda gurau. Milenial mah duduk-duduk saja,” tambahnya disambut gelak tawa.

Kaneko menambahkan, tingginya energi penonton Gen Z memberikan dorongan positif bagi performa panggung The Cottons.

“Bedanya berasa banget. Kalangan milenial mungkin pinggangnya sudah sakit kalau berdiri lama-lama, sementara Gen Z lebih menggebu-gebu. Tapi antusiasme Gen Z itu yang bikin kami di panggung merasa sambutannya luar biasa, jadi kami ikut makin semangat,” tutur Kaneko.

Penampilan di Soundrenaline Yogyakarta 2026 ini menjadi panggung ketiga bagi The Cottons di Kota Pelajar. Sebelumnya, mereka sempat menyapa penggemar di ajang pentas seni kampus pada 2025 dan panggung Joyland setahun silam.

Menutup wawancara, duo ini berharap karya-karya dan kejujuran bermusik yang mereka bawakan dapat terus terhubung dengan realitas kehidupan pendengar serta memberikan kebahagiaan. (*)