Kendaraan Masih Menerobos Sirip Malioboro, Pemda DIY Evaluasi Jelang Full Pedestrian

0
1
Salah satu jalan di sirip Malioboro yang masih untuk keluar masuk kendaraan meski uji coba full pedestrian diterapkan. ( zukhronnee muhammad) 

Kendaraan bermotor masih menerobos masuk ke kawasan Malioboro melalui ruas sirip-sirip jalan saat jam pembatasan. Kebocoran akses ini menjadi salah satu persoalan yang dievaluasi Pemda DIY menjelang penerapan full pedestrian yang ditargetkan mulai November 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan rekayasa lalu lintas perlu diperbaiki agar kendaraan tidak lagi leluasa masuk melalui celah akses tersebut.

“Seringkali saat jam pembatasan masih ada kendaraan lewat. Ternyata kebocoran itu dari sirip-sirip jalan. Dinas Perhubungan sudah melakukan rekayasa lalu lintas melalui regul ayom, tetapi secara desain ini masih terus kita evaluasi agar semua ‘puzzle’ penataan ini benar-benar pas,” kata Ni Made, Rabu (4/11/2026).

Penerapan full pedestrian bukan berarti Malioboro ditutup untuk kendaraan selama 24 jam. Pemda DIY bersama Pemkot Yogyakarta masih mengkaji pengelolaan kawasan dengan mempertimbangkan aktivitas ekonomi dan kebutuhan warga.

Opsi jam pedestrian yang dievaluasi berada pada rentang pukul 09.00–22.00 WIB. Sebelum pukul 09.00 WIB, kendaraan masih diberi akses untuk aktivitas bongkar muat barang.

Pemda DIY juga menyiapkan kartu akses bagi warga yang bermukim di Malioboro. Akses bagi lansia dan penyandang disabilitas turut menjadi perhatian.

Sementara itu, penataan lahan parkir Ketandan ditargetkan rampung 28 Desember 2026. Pengoperasian lebih dari 200 becak listrik serta penyediaan kantong drop-off bus pariwisata di kawasan Senopati dan Taman Pintar juga disinkronkan.

Ni Made menegaskan penataan Malioboro membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar kawasan wisata tersebut tetap menjadi ruang publik sekaligus pusat kegiatan ekonomi. (*)