Tembus Rp1 Miliar! Donasi Masjid Korban ‘Prank’ di Gunungkidul Terus Mengalir

0
29
Proses pembangunan talud masjid yang mulai dikerjakan. (dok pengurus masjid al huda)

​Berkah tak terduga menghampiri warga Gari, Wonosari. Setelah sempat sedih karena Masjid Al Huda telanjur dibongkar akibat janji palsu (prank) donatur, kini bantuan justru datang bertubi-tubi.

Hingga Jumat (9/1/2026), panitia pembangunan melaporkan total donasi yang masuk diperkirakan telah menembus angka Rp1 miliar.

​Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al Huda, Budi Antoro, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah semakin meningkat. Kalau di satu rekening (BRI) saja mungkin hampir Rp1 miliar. Belum termasuk yang di BPD DIY, uang tunai langsung, dan material. Kalau digabung semua bisa lebih dari Rp1 miliar,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

​Anggaran pembangunan masjid ini sendiri ditaksir mencapai Rp1,8 miliar. Saat ini, proses pengerjaan difokuskan pada pembangunan talut sisi selatan yang cukup tinggi.

Saat ini, proses pembangunan masih dalam tahap penyelesaian talud. Budi menjelaskan bahwa untuk menyelesaikan pembangunan masjid ini, mungkin akan memakan waktu yang cukup lama.

Hal ini disebabkan oleh kebutuhan dana yang cukup besar, sesuai dengan rancangan anggaran biaya (RAB) yang mencapai Rp 1,8 miliar.

“Kami berusaha semaksimal mungkin agar proyek ini bisa segera selesai, namun tentu saja kami harus mempertimbangkan berbagai faktor dan sumber daya yang ada,” tambahnya.

Budi menargetkan talut selesai akhir bulan ini, disusul pengerukan lahan oleh alat berat.

​”Rencananya tanggal 2-3 Februari besok sudah peletakan batu pertama,” tambah Budi.

​Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul, Mukotip, memastikan pihaknya akan terus mengawal pembangunan ini, termasuk mendorong bantuan dari Baznas mengingat vitalnya fungsi masjid tersebut bagi warga setempat. (*)