Museum Sandi Yogyakarta mengenalkan keamanan siber kepada anak-anak dan remaja melalui pendekatan seni dan budaya. Upaya tersebut diwujudkan melalui program publik Codeplay edisi kedua yang memadukan edukasi persandian dengan berbagai kegiatan kreatif.
Kepala Museum Sandi Yogyakarta, Setyo Budi Prabowo, S.ST., mengatakan edukasi keamanan siber sejak usia dini penting untuk mempersiapkan generasi penerus di bidang keamanan informasi nasional.
“Ini adalah salah satu strategi untuk mensosialisasikan mengenai eksistensi Museum Sandi dengan target anak-anak dan remaja. Dalam 10 sampai 15 tahun ke depan, mereka tentunya yang akan menjadi generasi penerus di bidang keamanan siber,” ujar Setyo saat ditemui dalam program publik luar ruang Codeplay edisi kedua di Graha Budaya, Embung Giwangan, Yogyakarta, Sabtu (31/10/2026).
“Selain itu, kegiatan ini menjadi wahana mengedukasikan seni, baik seni suara maupun seni melukis,” lanjutnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Museum Sandi untuk mengenalkan persandian sekaligus membangun kesadaran keamanan siber di kalangan generasi muda.
Sebelum perlombaan dimulai, peserta mendapatkan pembekalan mengenai budaya keamanan siber dan pengenalan dasar Museum Sandi. Rangkaian kegiatan melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia.
Anak-anak TK mengikuti lomba mewarnai bertema Museum Sandi, sedangkan siswa SD berpartisipasi dalam lomba menggambar. Adapun lomba menyanyi lagu bertema nasionalisme dan patriotisme diikuti 48 peserta dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Lomba menyanyi tersebut bertujuan memupuk rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap bangsa dan negara. Panitia menyediakan hadiah uang pembinaan bagi para pemenang, yakni Rp750.000 untuk juara pertama, Rp500.000 untuk juara kedua, dan Rp250.000 untuk juara ketiga.
Pada siang hari, kegiatan dilanjutkan dengan workshop merangkai bunga dan workshop komik strip khusus remaja. Dalam kegiatan komik strip, peserta diajak membuat karya visual yang memuat pesan tentang keamanan siber, penggunaan internet yang aman, dan persandian.
Setyo menjelaskan, Codeplay merupakan program publik off-site, yakni kegiatan yang diselenggarakan di luar gedung Museum Sandi. Edisi kedua ini melanjutkan kegiatan perdana yang digelar di Lippo Mall tahun lalu.
Sementara itu, program publik yang diselenggarakan di dalam area Museum Sandi disebut Codephoria.
Penyelenggaraan Codeplay merupakan hasil kolaborasi Museum Sandi, komunitas Sahabat Museum Sandi, serta dukungan para sponsor. Museum Sandi berharap kegiatan edukasi kreatif tersebut dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun. (*)

















