Shafiyah Expo 2025: Kolaborasi Digital, Spiritual, dan UMKM Gaet Ribuan Pengunjung

0
107
Ustadz Khalid Basalamah mengunjungi tenant-tenant Shafiyah Expo di sela jeda kajian. (istimewa)

Menggabungkan kekuatan dakwah dan digital, nilai-nilai keluarga, dan penguatan UMKM lokal, Shafiyah Journey dan Shafiyah Expo 2025 resmi digelar selama tiga hari di Hall B dan C Jogja Expo Center (JEC). Mengusung tema besar Mahabbah (Cinta), pameran ini menghadirkan wajah baru expo edukatif yang membumi sekaligus futuristik.

“Tema entrepreneur digital seperti ‘Go Digital: Jadi Influencer Kebaikan’ kami angkat agar pengunjung tidak hanya belanja, tapi juga belajar,” ujar Fikri Khairul Lisan, PIC Program Shafiyah Expo 2025. 

Ia menambahkan, kajian anak oleh Ustadz Erlan Iskandar, serta kajian malam menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung lintas usia.

Selain edukasi dan transaksi, expo ini juga diramaikan playground dan kisah-kisah nabi untuk anak-anak, mini games, hingga kunjungan spesial dari Ustadz Khalid Basalamah pada Sabtu siang yang berkeliling menyapa tenant bersama jamaah Shafiyah Journey.

Shafiyah Expo juga menyajikan program tebus murah dan lelang produk langsung di panggung, dengan harga mulai Rp5.000. Produk yang ditawarkan bervariasi, mulai dari apparel hingga barang bernilai tinggi yang bisa ditebus hingga separuh harga. 

“Tenant-tenant kami beri ruang untuk promosi langsung melalui program interaktif ini,” jelas Fikri.

Sebelumnya, Ketua Penyelenggara, Betta Farah, mengatakan expo ini merupakan pengembangan dari gelaran sebelumnya di Ambarukmo Mall. 

“Dulu hanya 30 tenant dan fokus keluarga. Sekarang, area tiga kali lipat dan pengunjung lebih beragam,” ujarnya. 

Total peserta mencapai lebih dari 60 tenant, mayoritas dari sektor kuliner dan fashion muslim.

Produk baju muslim menjadi primadona, terutama dari komunitas kajian. Meski demikian, penyelenggara juga membuka ruang bagi produk umum dan pelaku UMKM lokal. Kolaborasi dengan Disperindag dan Dinas Koperasi Kota Yogyakarta dihadirkan agar expo ini menjadi panggung pertumbuhan dan promosi UMKM pascapandemi.

“Bukan hanya soal penjualan, tapi membangun eksistensi brand. Kami ingin pelaku UMKM dikenali dulu, ini jadi investasi jangka panjang,” tegas Betta.

Hingga hari kedua, jumlah pengunjung telah menembus dua ribuan orang. Dengan sisa satu hari di akhir pekan, panitia optimistis capaian tersebut akan terus bertambah, termasuk dari luar kota yang sedang berlibur di Yogyakarta. (*)