Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan tingkat kepatuhan fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di DIY terhadap regulasi kalibrasi alat medis telah mencapai angka memuaskan, yakni di atas 90 persen. Kepatuhan ini dinilai menjadi kunci peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien di wilayah tersebut.
Hal ini disampaikan Kepala BLKK DIY, Mulia Kurniawati, di sela acara temu pelanggan jilid kedua di Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan untuk memberikan apresiasi, memperkenalkan layanan, dan menggalang masukan langsung dari para pelanggan dan mitra.
Mulia Kurniawati menjelaskan bahwa tingginya angka kepatuhan ini didorong oleh kesadaran Fasyankes seperti Rumah Sakit dan Puskesmas dalam menaati regulasi. Kalibrasi alat kesehatan, seperti yang dilayani BLKK, merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk terakreditasinya suatu Fasyankes.
“Kalau di DIY, saya kira pada [angka] 90% lebih [kepatuhan]. Beda dengan misalnya di luar Jawa, karena aksesnya susah, vendornya sedikit, mungkin banyak yang tidak terkalibrasi alat-alat itu,” ujar Mulia saat Temu Pelanggan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional, BLKK DIY pada Kamis (4/12/2025).
Selain layanan kalibrasi, pelanggan yang diundang—yang berjumlah 55 mitra—juga banyak mengakses layanan uji kualitas lingkungan (air limbah, air minum, udara dalam ruangan operasi) dan Medical Check-Up (MCU) pegawai.
Mulia menambahkan, secara keseluruhan, tingkat pelanggan untuk uji kalibrasi dan uji lingkungan meningkat dibandingkan tahun lalu. Peningkatan ini didukung oleh pembinaan terus-menerus dari Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup terkait tanggung jawab menjaga kualitas lingkungan dan keselamatan pegawai.
Secara umum, BLKK DIY melayani tiga sektor yang seimbang: pelanggan medis, pelanggan lingkungan (kimia dan mikrobiologi), dan pelanggan kalibrasi, dengan sebaran sepertiga-sepertiga.
Dalam acara temu pelanggan ini, BLKK juga memanfaatkan momen untuk menggali masukan. Kepala Seksi Pelayanan, Veronika Nur Hardiyati, menyatakan bahwa acara ini bertujuan untuk memelihara hubungan baik dengan pelanggan dan mengevaluasi layanan.
“Barangkali ada mereka itu para pelanggan membutuhkan layanan apa yang selama ini belum tersedia. Itu akan menjadi feedback bagi kami untuk kami mengevaluasi,” tutur Veronika.
Terkait isu lingkungan lokal, seperti masalah sampah di Jogja, BLKK fokus pada pengujian kualitas air limbah dari Fasyankes, namun belum bisa merilis data hasil temuan terkait paparan lindi.
Sebagai upaya peningkatan kuantitas pelanggan, BLKK juga menyediakan paket-paket layanan khusus dan promo pada hari-hari besar, seperti Hari Kesehatan Nasional. (*)














