Sempat Ricuh hingga Sejumlah Mahasiswa Butuh Medis, Aksi di Simpang Gramedia Berakhir

0
7

Aksi Aliansi Masyarakat Sipil di Simpang Empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Jogja, berakhir setelah berlangsung sekitar enam jam, Selasa (1/9/2026) malam. Aksi sempat memanas hingga sejumlah mahasiswa dilaporkan membutuhkan bantuan medis.

Salah satu peserta aksi, Fa, mengatakan kericuhan terjadi setelah adanya provokasi dari pihak eksternal. Situasi tersebut memicu kepanikan di tengah massa.

“Tadi sempat ada mahasiswa yang pada akhirnya membutuhkan bantuan medis. Itu terjadi karena ada provokator yang memprovokasi kita, sehingga sempat ricuh sebentar. Dan pada akhirnya dari ricuh itu muncul kepanikan dari massa,” katanya.

Fa mengatakan massa telah mengevaluasi pengalaman aksi sebelumnya, termasuk saat menghadapi represi aparat maupun provokasi organisasi masyarakat. Konsolidasi dan teknis lapangan juga dilakukan sejak awal.

“Karena sejak dari awal kita juga sudah melakukan konsolidasi dan juga teklap (teknis lapangan), dan di situ teman-teman memang menyepakati bagaimana kita akan standby di sini sampai aspirasi itu dikabulkan,” ujarnya.

Massa mulai berdatangan sekitar pukul 16.24 WIB. Mereka menyampaikan orasi dan menggelar aksi teatrikal. Massa sempat dipukul mundur ke arah Jalan Cik Di Tiro sebelum kembali merapat ke Simpang Gramedia setelah situasi kondusif.

Aksi membawa dua tuntutan utama, yakni “turunkan rezim hari ini” dan “tarik mundur kolonialisme Indonesia dari wilayah periferi jajahannya.”

Ketua SEMA UGM, Mesa, menyebut akar persoalan bangsa berasal dari kebijakan pemerintah saat ini. Ia juga mengkritik sejumlah janji politik Prabowo-Gibran, proses pencalonan Gibran, hingga kebijakan anggaran pemerintah.

Menurut Mesa, pemerintah saat ini tidak ubahnya seperti kolonialisme Belanda. Ia menyoroti alokasi APBN untuk sejumlah program prioritas, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Di tengah aksi, sejumlah warga meminta massa membubarkan diri agar akses jalan kembali dibuka. Negosiasi berlangsung alot dengan kedua pihak berada di sisi utara dan timur simpang, ditengahi barikade polisi.

Arus lalu lintas di Simpang Gramedia sebelumnya ditutup sejak sekitar pukul 16.30 WIB. Setelah aksi berakhir, Jalan Jenderal Sudirman dan Simpang Empat Gramedia kembali dibuka dan kendaraan sudah dapat melintas. Selama penutupan, pengendara diarahkan menggunakan jalur alternatif. (*)