
Manajemen RSU Griya Mahardhika Jogja memastikan akan menindaklanjuti tuntutan pembayaran sisa upah yang disampaikan puluhan mantan karyawan usai aksi unjuk rasa di rumah sakit tersebut.
Seluruh tuntutan akan diteruskan kepada jajaran direksi setelah proses mediasi lanjutan bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul.
Perwakilan RSU Griya Mahardhika, Putri Agustiningtyas Kurniawati, mengatakan pihaknya menghormati penyampaian aspirasi yang dilakukan mantan karyawan di area rumah sakit, Sewon, Bantul. Menurutnya, penyelesaian persoalan ketenagakerjaan tersebut telah memasuki tahap mediasi resmi.
“Sebenarnya kan kita sudah ada mediasi resminya. Rencananya akan ada pertemuan lagi untuk merespons tuntutan mereka seperti apa,” ujar Putri kepada wartawan, Sabtu (27/6/2026).
Ia menegaskan, tuntutan mengenai sisa upah yang belum dibayarkan akan segera disampaikan kepada direksi. Manajemen juga berkomitmen mengikuti arahan Disnakertrans Bantul dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
Sebelumnya, sebanyak 36 mantan karyawan RSU Griya Mahardhika menggelar aksi unjuk rasa dengan membentangkan spanduk di depan rumah sakit. Mereka menuntut pembayaran sisa gaji yang diklaim belum diterima selama empat bulan.
Perwakilan massa aksi, Nurul Fitriah, mengatakan keterlambatan pembayaran upah tersebut telah berlangsung berbulan-bulan dan mendorong puluhan karyawan memilih mengakhiri hubungan kerja.
“Yang melatarbelakangi demo kita hari ini adalah penuntutan hak berupa upah yang belum dibayarkan oleh RSU Griya Mahardhika Jogja selama empat bulan,” kata Nurul.
Hingga kini, mantan karyawan masih menunggu jadwal mediasi berikutnya dengan harapan pihak direksi segera memenuhi kewajiban pembayaran hak-hak mereka.(*)













