Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan DIY, Warung hingga Kapal Nelayan Terdampak

0
3
Ilustrasi gelombang tinggi di wilayah Selatan DIY. (Dibuat menggunakan akal imitasi)

Gelombang tinggi menghantam sejumlah pantai selatan DIY, Selasa (11/8/2026) pagi. Di Pantai Baron, Gunungkidul, sedikitnya 10 kapal nelayan rusak setelah diterjang ombak setinggi sekitar 2,5-3 meter.

Tujuh kapal mengalami kerusakan sedang, sedangkan tiga lainnya rusak berat. Tiga kapal bahkan belum sempat dievakuasi hingga akhirnya dihantam gelombang dan tenggelam.

Para nelayan bersama personel SAR Satlinmas berjibaku menyelamatkan kapal dan perlengkapan melaut. Mereka juga mengamankan mesin, jeriken bahan bakar, serta jaring agar tidak terseret ombak.

Sugeng, nelayan Pantai Baron, mengatakan kondisi laut mulai memburuk sejak Senin (10/8/2026). Nelayan memilih tidak memaksakan diri melaut karena gelombang masih berbahaya.

Di Pantai Kukup, air laut bahkan merangsek ke daratan hingga masuk ke sejumlah warung warga. Pedagang bergegas memindahkan barang dagangan ke tempat yang lebih aman.

Sementara di Pantai Gesing, nelayan memperkuat tali tambatan karena perahu yang berada di dermaga terus terombang-ambing dihantam gelombang.

Sekretaris SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron, Surisdiyanto, mengatakan hingga pukul 07.00 WIB belum ada laporan kerusakan di Pantai Kukup maupun lokasi lain yang dipantau.

Dampak juga terjadi di Kulon Progo. BPBD menemukan tiga lapak rusak di Pantai Trisik dan tiga bangunan usaha mengalami kerusakan ringan di Pantai Glagah. Gelombang bahkan mencapai area warung di tepian pantai.

BMKG memperingatkan gelombang di pantai selatan Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul berpotensi mencapai 2,5-4 meter pada 10-13 Agustus. Di Samudra Hindia selatan DIY, gelombang berpotensi mencapai 4,9 meter.

Masyarakat, nelayan, dan wisatawan diminta tidak mengambil risiko. Untuk sementara, aktivitas berenang, memancing, maupun olahraga air di pantai selatan sebaiknya dihindari. (*)