Polda DIY Tegaskan Isu Suporter Meninggal Dunia Usai Kericuhan di Jogja Hoaks

0
104
Pengawalan yang dilakukan Polda DIY kepada rombongan suporter tamu. (dok humas polda diy)

Polda DIY menegaskan tidak ada korban jiwa dalam kericuhan usai pertandingan antara PSIM dan Persib di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (24/8/2025). Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, SIK, memastikan bahwa narasi yang menyebut adanya suporter meninggal dunia adalah hoaks.

“Kami pastikan informasi tersebut tidak benar. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh berita provokatif maupun yang belum jelas kebenarannya. Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di DIY tetap aman, tertib, dan nyaman,” ujar Ihsan, Senin (25/8/2025).

Meski tidak ada korban meninggal, sejumlah titik di Kota Yogyakarta mengalami kericuhan. 

Plt Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Gandung Harjunadi, menyebutkan insiden terpantau di beberapa wilayah. Polisi langsung menurunkan personel untuk mengamankan situasi. 

“Ada beberapa korban luka, sebagian di kepala dan lecet. Sebanyak 177 orang sudah kembali ke luar kota, sedangkan 15 orang dari Baciro dipulangkan dengan bus maupun kereta. Mereka diamankan sejak semalam untuk mencegah tindakan pengeroyokan,” jelasnya.

Kesaksian serupa disampaikan Koordinator Tempat Khusus Parkir Ngabean, Agus menyebut bus berplat D dan sebuah elf masuk area parkir sekitar pukul 19.30 WIB tanpa atribut suporter. 

Situasi berubah saat beredar kabar adanya bus dilempari batu di Gedongtengen dan menabrak orang di Malioboro. 

“Kabar itu cepat menyebar, massa lalu sweeping bus berplat B. Sekitar pukul 00.00 bus dilempari batu dan besi, satu bus dan satu elf hancur. Situasi baru mereda sekitar pukul 02.00 WIB,” ungkap Agus.

Akibat insiden tersebut, pagar dan sejumlah lapak pedagang di sekitar lokasi ikut rusak. Senin pagi, aparat bersama warga melakukan pembersihan sisa kericuhan.