Jogja Kehilangan “Ibu” Panggung, Maestro Ketoprak Mbok Beruk Tutup Usia

0
60
Jenazah Sumisih Yuningsih dibawa ke peristirahatan terakhir. (zukhronnee muhammad)

Awan duka menyelimuti langit kebudayaan Yogyakarta. Legenda ketoprak sekaligus ikon Dagelan Mataram, Sumisih Yuningsih atau yang lebih dikenal sebagai Mbok Beruk, meninggal dunia pada Sabtu (14/2/2026).

Sang maestro mengembuskan napas terakhir di RSUP Dr. Sardjito pukul 08.40 WIB pada usia 76 tahun, usai berjuang melawan komplikasi infeksi paru-paru.

Jenazah almarhumah disemayamkan di rumah duka Sanggar Busana Nawangsih, Mantrijeron, sebelum dihantarkan ke peristirahatan terakhirnya di TPU Dongkelan, Bantul, sore ini.

Kepergian Mbok Beruk bukan sekadar hilangnya seorang pelakon, namun padamnya salah satu pelita seni tradisi.

Aktor senior Pritt Timothy mengungkapkan rasa kehilangan mendalam atas sosok yang ia anggap sebagai “mbakyu” sekaligus ibu yang hangat bagi seniman Yogyakarta.

“Beliau itu seniman tradisional yang luar biasa, aktingnya sesuai karakter dan sangat wajar. Kepribadiannya semanak (ramah), gapyak (mudah bergaul), prasaja (sederhana), dan andhap asor (rendah hati),” ujar Pritt saat dihubungi, Sabtu (14/2).

Kenangan Pritt melayang pada masa-masa produktif almarhumah, mulai dari sandiwara radio di RRI Yogyakarta bersama sutradara Maria Kadarsih, hingga ketulusan Mbok Beruk membantu di balik layar.

“Beliau pernah membantu saya dalam pengadaan kostum (wardrobe) pentas ketoprak Dosen & Staf Admin UPN Veteran lakon Suminten Ngédan. Padahal saat itu saya yang jadi sutradaranya, tapi beliau sangat kooperatif,” kenangnya haru.

Di mata keluarga, Mbok Beruk adalah figur ketangguhan. Putrinya, Lisa Pawestriningsih, menyebut sang ibu sebagai “perempuan kuat bagi ketujuh anaknya” yang memegang teguh keinginan untuk berkesenian hingga akhir hayat.

Kini, tawa renyah dan karakter “ngeyel” yang jenaka di Obrolan Angkringan itu telah tiada. Namun, dedikasi Mbok Beruk akan tetap hidup sebagai warisan tak ternilai bagi Yogyakarta.

Sugeng tindak, Mbok Beruk. (*)