Mengawali bulan Februari dengan semangat kreativitas, ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta melalui fasilitas ARTSPACE resmi membuka pameran seni rupa duo bertajuk “FREEDOM”. Eksibisi yang menampilkan karya dua seniman, Hasan dan Helmi Fu, ini resmi dibuka dalam acara Opening Reception pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Pameran ini tidak sekadar menampilkan estetika visual, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang kebebasan berekspresi, harmoni sosial, dan transformasi teknik artistik.
Reza Farhan, selaku General Manager ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta, menyatakan bahwa pameran ini merupakan bagian dari komitmen hotel untuk menjaga keberlangsungan bisnis sekaligus mengakomodasi kearifan lokal.
“Kami memberi ruang dan waktu sebesar-besarnya untuk kolaborasi seperti ini. Sangat menarik melihat bagaimana kebebasan berekspresi dan berkreasi bisa menghasilkan karya yang maksimal tanpa batasan ruang tertentu,” ujar Reza.
Reza juga menambahkan bahwa karya-karya yang dipamerkan membawa energi positif dan perspektif baru bagi para penikmatnya.
“Secara visual, ada harmoni dari pilihan warna dan unsur alam yang kompleks—ada tanaman, hewan, hingga matahari. Kehadiran karya ini memberikan aura positif dan ‘magis’ yang menyatu dengan suasana lobi kami,” imbuhnya.
Menjelang bulan suci Ramadan, rencananya karya-karya ini akan dipajang (stokis) di area lobi hotel selama satu bulan agar dapat diapresiasi oleh lebih banyak pengunjung.
Bagi seniman Hasan, tema “Freedom” diterjemahkan melalui pengamatan terhadap interaksi alam dan manusia di kota-kota besar. Ia banyak mengangkat objek tumbuhan yang hidup berdampingan sebagai metafora kehidupan sosial.
“Pesan moralnya adalah tentang harmoni. Berbagai macam tumbuhan dengan warna dan ukuran berbeda bisa hidup berdampingan tanpa saling merusak. Begitu juga kita sebagai manusia, sebaiknya bisa hidup harmonis meskipun penuh dengan keberagaman,” ungkap Hasan.
Hasan juga menceritakan perjalanan artistiknya yang sempat menempuh pendidikan di lingkungan yang kaku. Kini, sebagai seniman profesional, ia memilih untuk “mendobrak” aturan-aturan pakem tersebut—seperti mencampurkan unsur realis dengan gaya kontemporer—demi mencapai kebebasan berekspresi yang seutuhnya.
Di sisi lain, Helmi Fu membawa narasi mengenai evolusi teknik dan media. Berawal dari rasa jenuh dan kegelisahan saat menggunakan cat akrilik dan minyak pada tahun 2020, Helmi memutuskan untuk mengeksplorasi media campuran (mixed media).
“Keputusan beralih ke mixed media berangkat dari rasa ingin terus mencari sesuatu yang baru. Setiap media memiliki perlakuan yang berbeda; saya harus memilah tekstur dan menyusunnya dengan perlakuan tertentu agar bisa menyampaikan pesan yang diinginkan,” jelas Helmi.
Baginya, kebebasan adalah proses menemukan kenyamanan dalam teknik yang ia gunakan saat ini.
Pameran “FREEDOM” akan terus berlangsung hingga 30 Mei 2026 di ARTSPACE, Lobby Level, ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta. Masyarakat umum dan pecinta seni diundang untuk menikmati dialog visual antara Hasan dan Helmi Fu ini secara gratis.














