Hadapi Perlambatan Ekonomi, Ribuan Pengusaha Muslim Perkuat Ekosistem Bisnis di Jogja

0
99
Konferensi pers Gebyar Wirausaha ke 12 di Sleman City Hall Yogyakarta. (zukhronnee muhammad)

Lebih dari 1.200 pengusaha Muslim dari berbagai daerah di Indonesia berkonsolidasi dalam ajang Gebyar Wirausaha (GWU) ke-12 yang digelar pada 7–8 Februari 2026 di Sleman City Hall (SCH), Daerah Istimewa Yogyakarta.

Forum ini digagas Sukses Berkah Community (SBC) sebagai respons atas prediksi perlambatan ekonomi dan penurunan daya beli yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2026.

Ketua Panitia GWU ke-12, Khaidir Khaliq, mengatakan tema “Business Resilience: Scale Up dan Eksis di Masa Krisis” dipilih untuk mendorong pengusaha memperkuat fundamental bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi.

“GWU ke-12 bukan sekadar event tahunan, tetapi ruang konsolidasi bagi pengusaha yang ingin serius memperbaiki arah bisnis. Kami ingin membangun ekosistem yang saling menguatkan menghadapi tantangan ekonomi 2026,” ujar Khaidir dalam konferensi pers, Jumat (6/2/2026).

Peserta datang dari berbagai wilayah, tidak hanya Pulau Jawa, tetapi juga Makassar, Samarinda, Balikpapan, hingga Lampung. Sejumlah peserta bahkan menempuh perjalanan darat dan laut berhari-hari untuk mengikuti forum tersebut.

Presiden SBC 8.0, Joko Wardiyanto, dalam kesempatan yang sama menyoroti maraknya fenomena bisnis “cangkang” yang dinilai hanya menampilkan kemewahan semu dan berpotensi terkait praktik pencucian uang.

“Ciri bisnis money laundering itu jelas: tampilan megah, ramai di media sosial, tapi tempat usahanya sepi dan bertahun-tahun tidak tutup. Di Yogyakarta ada contoh seperti itu. Kami di SBC menolak praktik semacam ini,” tegas Joko.

Menurutnya, SBC menekankan pengembangan bisnis riil dengan fundamental yang terukur, transparan, dan bertumbuh secara organik.

“Aset boleh besar, tapi tidak perlu flexing jika tidak sesuai fundamental. Tujuan kami bisnis yang menenangkan dan bermanfaat, bukan sekadar angka,” tambah pemilik Kotagede Jewellery tersebut.

Sebagai langkah konkret menghadapi krisis, GWU ke-12 juga menjadi pintu masuk Program One Year Coaching (OYC) Batch 9, yakni pendampingan bisnis gratis selama satu tahun penuh dengan 12 kali pertemuan strategis. Program ini dipimpin langsung oleh Coach Ridwan Abadi, Founder SBC.

“Kami tidak ingin pengusaha ditinggal setelah pelatihan. Fokus kami ada pada ilmu teknis yang benar, guru yang teruji, dan circle yang sehat agar bisnis bisa berkelanjutan,” ujar perwakilan panitia.

Menanggapi kritik soal ketiadaan bangunan fisik monumental, Coach Ridwan Abadi menegaskan SBC mengusung konsep “Pondok Peradaban” yang berfokus pada pembangunan manusia.

“Kami tidak membangun gedung, tetapi membangun mentalitas. Pondok kami ada di dalam diri anggota yang tersebar di lebih dari 30 chapter di Indonesia,” kata Ridwan.

GWU ke-12 menghadirkan sejumlah pembicara nasional, antara lain Coach Ridwan Abadi, Ustadz Adib Pratama, Dodi Zulkifli, Hari Firmansyah, Widi Setiawan, dan Praktik Yudha Kusuma. Acara ini sepenuhnya didanai secara mandiri melalui urunan anggota komunitas. (*)