
Pemkot Jogja akan memperkuat sarana dan prasarana bagi pesepeda sebelum kembali menggaungkan gerakan bike to school secara masif.
Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan mengatakan penguatan infrastruktur menjadi langkah awal agar pelajar merasa lebih aman dan nyaman bersepeda ke sekolah.
“Pemerintah akan memperkuat terlebih dahulu sarana prasarana jalur sepeda dan ruang tunggu di persimpangan. Kita siapkan infrastrukturnya dengan baik sebelum launching (gerakan bersepeda) kembali,” ujar Wawan saat kampanye bike to school di SMPN 6 Yogyakarta, Jumat (4/9/2026).
Data Dinas Perhubungan Kota Jogja mencatat saat ini tersedia 65 ruas jalan dengan lajur khusus sepeda, 152 Ruang Henti Khusus (RHK) sepeda di persimpangan ber-APILL, serta 421 rambu petunjuk jalur alternatif sepeda.
Pemkot berharap penguatan jalur dan rambu lalu lintas tersebut mendorong lebih banyak pelajar beralih dari kendaraan bermotor ke sepeda.
Gerakan ini sekaligus menghidupkan kembali semangat Sepeda Kanggo Sekolah Lan Nyambut Gawe (Sego Segawe), yang telah dicanangkan Pemkot Jogja sejak 2008.
Pendiri giat Krosspit, Putro Setiawan, mengatakan edukasi yang digelar di sekolah merupakan bagian dari program Spedanesia 2026–2027 bertajuk Building Indonesia’s Cycling Culture.
Program tersebut diarahkan untuk mengurangi kendaraan pengantar siswa yang setiap pagi turut menyumbang kemacetan dan polusi udara. (*)













