
Ribuan suporter PSIM Yogyakarta memadati kawasan Tugu Jogja, Jumat (4/9/2026) malam. Perayaan HUT ke-97 PSIM itu berlangsung meriah dengan kembang api, flare, nyanyian, dan yel-yel.
Namun, di balik pesta tersebut, ada satu harapan yang terus disuarakan: Mandala Krida segera dituntaskan dan kembali menjadi rumah bagi Laskar Mataram.
Sejak malam, suporter berdatangan ke kawasan Tugu. Sebagian mengayuh sepeda dalam rangkaian kegiatan menuju pusat kota. Atribut biru-putih kemudian memenuhi kawasan persimpangan Tugu.
Andi, warga Kota Jogja yang ikut merayakan HUT PSIM, mengatakan suasana malam itu sangat meriah. Namun, persoalan Mandala Krida tetap menjadi perhatian suporter.
“Seru banget, meriah. Kembang apinya juga bersahut-sahutan. Teman-teman suporter kompak banget, apalagi soal Mandala Krida. Kami ini ingin segera punya home base sendiri, jadi enggak terus-terusan numpang di stadion klub lain. Harapannya, persoalan Mandala Krida bisa segera diusut sampai tuntas dan cepat,” kata Andi.
Aspirasi itu juga disampaikan lewat nyanyian. Suporter menggunakan melodi Take Me Home, Country Roads karya John Denver dengan lirik yang dimodifikasi menjadi kritik terhadap persoalan Stadion Mandala Krida.
Mereka berharap persoalan hukum stadion segera diselesaikan agar renovasi dapat kembali berjalan dan PSIM bisa pulang ke stadion yang selama ini memiliki ikatan kuat dengan klub.
Mandala Krida merupakan fasilitas olahraga milik Pemda DIY. Persoalan hukum terkait proyek renovasi membuat pembangunan belum dapat dilanjutkan.
Pemda DIY sebelumnya menyebut renovasi ditargetkan mulai 2028. Sejumlah tahapan teknis dan administratif masih harus diselesaikan, termasuk uji tanah, penyusunan Mutual Check-0 (MC-0), dan Detail Engineering Design (DED).
Selama belum dapat menggunakan Mandala Krida, PSIM menjalani laga kandang di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Bagi suporter, usia 97 tahun bukan hanya soal pesta. Di tengah riuh kembang api dan nyanyian, terselip kerinduan sederhana: pulang dan memiliki rumah sendiri. (*)













