Bagi warga Jogja yang biasa melintas di kawasan Kotabaru menuju Malioboro, harap bersiap. Mulai besok, Rabu (10/12/2025), rekayasa lalu lintas di Jembatan Kewek akan diberlakukan secara penuh.
Keputusan ini diambil Pemerintah Kota Jogja setelah melakukan uji coba pemasangan lampu APILL pada Selasa (9/12/2025), sebuah langkah taktis yang terpaksa diambil demi keselamatan bersama.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, secara terbuka mengungkapkan kondisi mengkhawatirkan dari jembatan tua buatan tahun 1920-an tersebut. Laporan teknis menyebutkan sisa kekuatan struktur jembatan kini hanya tinggal 10 persen. Hasto menegaskan tidak mau mengambil risiko sedikitpun.
“Yang paling penting jangan sampai jembatan itu roboh saat dilalui kendaraan besar. Ini soal nyawa,” ujarnya serius.
Siap-siap Antre, Bus Dilarang Lewat
Dampaknya memang langsung terasa di lapangan. Dalam uji coba hari ini, kemacetan mengular panjang hingga ke kawasan Stasiun Tugu. Warga pun ramai menumpahkan kekesalannya di media sosial karena durasi tunggu yang lama dan kebijakan yang dirasa mendadak.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, memaklumi keluhan tersebut. Ia mengakui, dengan adanya lampu APILL baru dan penyempitan ruang gerak di jembatan, antrean kendaraan adalah konsekuensi yang sulit dihindari.
Namun, aturan tetap harus tegak: bus dan kendaraan besar dilarang keras melintas. Pengendara motor dari arah Mangkubumi dan Kotabaru pun kini harus lebih sabar mengikuti isyarat lampu demi mencegah konflik arus di titik rawan tersebut.
Agar beban di tengah kota tidak semakin parah, Pemkot Jogja menggandeng Pemda DIY untuk melakukan strategi “cegat di hulu”.
Kendaraan besar dari arah Ring Road Timur tidak lagi dibiarkan masuk langsung ke arah Kotabaru. Mereka kini dibelokkan lebih awal ke Ring Road Utara untuk masuk kota melalui Jalan Magelang.
“Kita kurangi kepadatan dari hulunya, Jangan semuanya masuk ke Kotabaru, nanti numpuk di sini,” jelas Hasto.
Langkah ini tentu belum sempurna dan akan terus dievaluasi setiap hari sambil menunggu rencana perbaikan permanen. (*)














