Laju Rombongan Moge Berujung Maut, Satu Pembonceng Tewas

0
32
Lokasi tabrakan antara moge dan motor bebek di jalur Nasional Wates-Purworejo. (istimewa)

Insiden kecelakaan yang melibatkan rombongan motor gede (moge) terjadi di jalur nasional Wates–Purworejo, tepatnya di Perempatan Mlangsen, Kalurahan Palihan, Kapanewon Temon, Minggu (1/3/2026) sore. 

Kecepatan tinggi rombongan tersebut diduga menjadi pemicu tabrakan yang menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB ini bermula saat belasan moge melaju dari arah timur ke barat. 

Di saat yang sama, sebuah sepeda motor bebek yang ditumpangi seorang ayah dan anak tengah menyeberang dari arah selatan ke utara. Karena laju rombongan yang sangat cepat, tabrakan hebat tidak terhindarkan meski sempat memberi isyarat klakson.

Saksi mata di lokasi, menyebutkan bahwa motor bebek tersebut sebenarnya sudah berada di posisi tengah jalan saat rombongan moge melintas.

“Harleynya kelihatan bingung mengambil kanan atau kiri. Langsung bress gitu, kalau saya lihat tanpa ada pengereman,” ungkapnya. 

Kerasnya benturan membuat kedua kendaraan beserta para penumpangnya terpental hingga masuk ke dalam saluran irigasi di pinggir jalan.

Akibat kecelakaan ini, Anis Syarifah, istri dari pengusaha Muhammad Suryo (Founder Surya Group) yang saat itu berboncengan moge, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Rizki Amalia Temon. 

Sementara itu, Muhammad Suryo mengalami luka-luka dan kini telah dirujuk ke RS JIH Yogyakarta untuk penanganan medis lebih lanjut.

Di sisi lain, dua korban dari motor bebek yang merupakan warga lokal (ayah dan anak) hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Wates. 

Kondisi keduanya menjadi sorotan lantaran menjadi pihak yang terdampak langsung oleh laju kencang rombongan kendaraan bermesin besar tersebut.

Kasatlantas Polres Kulon Progo, AKP Kristiyono, menyatakan pihak kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai penyebab pasti kecelakaan karena masih berfokus pada evakuasi dan penanganan medis.

“Kami masih melakukan penanganan terhadap para korban,” ujarnya singkat. (*)