Suasana malam di Pedukuhan Keyongan Kidul, Kalurahan Sabdodadi, Kapanewon Bantul, mendadak mencekam pada Minggu (1/3/2026).
Rentetan percikan api menyambar di sepanjang kabel jaringan listrik milik PLN setelah terjadi korsleting hebat yang memicu pemadaman total di empat wilayah RT.
Kasi Humas Polresta Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan insiden yang terjadi sekitar pukul 19.45 WIB tersebut. Berdasarkan laporan di lapangan, gangguan ini merupakan imbas dari kejadian tak terduga yang terjadi sejak siang hari.
“Awalnya sekitar pukul 11.00 WIB, seorang warga di wilayah RT 06 sedang memotong ranting pohon. Namun, alat potong yang digunakan terjatuh dan mengenai kabel jaringan PLN. Hal itu memicu percikan api awal yang menyebabkan listrik di kawasan tersebut padam,” ungkap Iptu Rita saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).
Ketua RT 07 Keyongan Kidul, Sukirno, yang menjadi saksi mata di lokasi sempat melaporkan gangguan tersebut melalui aplikasi PLN. Petugas tiba di lokasi pada pukul 18.15 WIB dan menemukan adanya kabel jaringan yang kendur akibat benturan alat potong sebelumnya.
Upaya perbaikan sebenarnya sempat membuahkan hasil. Pada pukul 19.30 WIB, aliran listrik kembali menyala. Namun, kondisi tersebut hanya bertahan sejenak sebelum korsleting susulan yang lebih besar terjadi dan memutus kabel jaringan.
“Setelah diperbaiki petugas, listrik sempat menyala sebentar, namun terjadi korsleting lagi yang menimbulkan bunga api di sepanjang kabel hingga ada yang terputus,” tambah Iptu Rita merujuk pada keterangan saksi di lokasi.
Akibat insiden ini, jaringan listrik sepanjang 100 meter mengalami kerusakan serius. Pemadaman total pun tak terhindarkan bagi warga di wilayah RT 03, 05, 06, dan 07 Pedukuhan Keyongan Kidul.
Hingga berita ini diunggah, petugas PLN dilaporkan masih terus berupaya melakukan perbaikan dan menyambung kembali kabel yang putus.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berkoordinasi dengan pihak terkait saat beraktivitas di dekat jaringan listrik bertegangan tinggi guna menghindari risiko serupa. (*)














