
Kepastian pembangunan ulang Jembatan Kewek, akses vital penghubung kawasan Kotabaru dan Malioboro, akhirnya terjawab.
Pemkot Jogja menargetkan konstruksi fisik jembatan dimulai pada April 2026 mendatang.
Saat ini, fokus utama tertuju pada penguatan struktur fondasi mengingat kondisi tanah di lokasi yang dinilai rawan.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUPKP Kota Jogja, Hasri Nilam Basri, menjelaskan bahwa tim teknis tengah mempercepat proses penyelidikan tanah (soil investigation) di sekitar Sungai Code.
Langkah ini menjadi penentu utama desain konstruksi baru karena wilayah tersebut didominasi tanah endapan yang relatif lunak.
“Alat yang dipasang itu untuk penyelidikan tanah. Kami mengambil sampel guna mengetahui kedalaman tanah keras karena fondasi sangat bergantung pada data tersebut,” ujar Nilam, Selasa (20/1/2026).
Berdasarkan pengujian awal di sisi barat sungai pada November 2025, lapisan tanah keras baru ditemukan pada kedalaman sekitar 20 meter.
Kini, validasi data dilakukan di sisi timur sungai untuk memastikan akurasi. Penggantian Jembatan Kewek dinilai mendesak karena struktur lama dianggap tak lagi memadai menahan beban lalu lintas yang terus meningkat serta risiko gerusan aliran sungai.
Secara administrasi, penyusunan Detail Engineering Design (DED) telah mencapai 80 persen dan sedang dalam tahap asistensi dengan Satker P2JN Kementerian PU.
Pemkot Jogja menargetkan seluruh dokumen perencanaan rampung Februari 2026, sehingga proses lelang bisa digelar Maret 2026.
“Yang kami kejar bukan hanya cepat selesai, tetapi aman dan berkelanjutan,” tegas Nilam. (*)













