Puluhan Siswa di Sentolo Keracunan MBG, PIC di Sekolah Terlambat Tahu

0
68
Salah satu sekolah yang siswanya diduga keracunan menu MBG. (istimewa)

Celah fatal dalam sistem pengawasan dan komunikasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kulon Progo terkuak. Saat 87 siswa di Kapanewon Sentolo bertumbangan akibat dugaan keracunan makanan, Selasa (20/1/2026), fungsi pengawasan di tingkat sekolah (PIC) diduga tidak berjalan efektif.

Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) Kaliagung selaku penyedia makanan mengaku baru mengetahui insiden krusial ini setelah ditelepon pihak Puskesmas, bukan dari laporan dini sekolah penerima.

Kepala SPPG Kaliagung, Satriya Dicky, secara terbuka mengakui adanya keterputusan informasi tersebut. Padahal, laporan cepat dari sekolah sangat vital untuk mitigasi korban yang lebih luas.

“Kejadian ini SPPG belum ada info dari PIC sekolah. Kami baru tahu setelah ada telepon dari Puskesmas Sentolo 1. Ada siswa mual dan yang dijelaskan ada beberapa siswa gejala tersebut,” ungkap Dicky, Selasa malam.

Keterlambatan informasi ini menjadi ironi mengingat SPPG mendistribusikan 2.506 paket makanan ke 38 sekolah pada hari kejadian.

Menu yang disajikan terdiri dari nasi, telur kukus saus asam manis, tumis buncis wortel, dan buah anggur. Akibat insiden ini, operasional SPPG yang baru berjalan sejak November lalu resmi dihentikan total sambil menunggu hasil investigasi.

“Arahan terakhir belum operasional,” tegas Dicky.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, dr. Susilaningsih, menyatakan pihaknya telah mengamankan sampel muntahan dan sisa makanan untuk dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) Yogyakarta.

“Hasilnya 3-4 hari. Kami menunggu apakah ini bakteri atau bukan,” jelasnya.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mengonfirmasi 87 anak terdampak dan mengklaim seluruhnya telah tertangani berkat kesigapan fasilitas kesehatan seperti RSUD Nyi Ageng Serang dan RS Queen Latifa. (*)