
Tim Detasemen Gegana Brimob Polda DIY diterjunkan untuk menangani kebocoran gas diduga amonia dari pabrik es kristal di Padukuhan Bayen, Kalurahan Purwomartani, Kalasan, Sleman.
Insiden ini menyebabkan puluhan warga mengalami gejala keracunan setelah menghirup gas, mulai dari mata pedih, tenggorokan kering, hingga sesak napas.
Paparan gas diduga berasal dari kebocoran alat produksi di pabrik es kristal setempat. Selain warga Padukuhan Bayen, korban terpapar juga dilaporkan berasal dari pengguna jalan yang melintas hingga sejumlah pekerja proyek Tol Jalan Tol Jogja-Solo. Radius paparan disebut mencapai sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian.
Wakil Komandan Detasemen Gegana Brimob DIY, Kompol Edi Efiyanto, mengatakan dua tim diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan sekaligus sterilisasi residu gas melalui Unit Kimia, Biologi, Radioaktif, dan Nuklir (KBRN).
“Ini penanganan kebocoran gas. Untuk jenis gasnya masih kami teliti, baru kami tangani,” kata Edi kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, operasional pabrik dihentikan total hingga kondisi dinyatakan aman. Warga sudah diperbolehkan kembali ke rumah, namun diminta tidak mendekati area pabrik dalam radius minimal 50 meter.
Sebelumnya, kebocoran pertama kali terdeteksi sekitar pukul 23.30 WIB. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan warga dalam radius 200 hingga 300 meter langsung merasakan dampak berupa mata perih dan bau menyengat.
“Gas amonia untuk pabrik es kristal itu bocor. Warga dalam radius 200 sampai 300 meter matanya pedas dan baunya menyengat,” ujar Bambang.
Hingga Sabtu siang, petugas masih melakukan pendataan jumlah warga terdampak. Posko darurat juga telah didirikan tak jauh dari lokasi kebocoran untuk penanganan warga yang mengalami keluhan akibat paparan gas.
Tim Damkar Sleman bersama BPBD terus melakukan penyemprotan di sekitar area pabrik untuk mengurai sisa gas. (*)













