Bukber Rombongan Pelajar SMP Berujung Rusuh, Satu Warga Jadi Korban

0
42
Warga dan petugas di lokasi keributan antar kelompok remaja di jalan Imogiri. (dok polres bantul)

Agenda buka puasa bersama (bukber) yang digelar ratusan siswa salah satu SMP di Bantul berubah menjadi aksi mencekam pada Senin (2/3/2026) malam.

Niat hati pulang ke rumah dengan tenang, rombongan pelajar ini justru dihadang dan diteror oleh kelompok tak dikenal di kawasan Jalan Imogiri Barat, Dusun Ngentak Kepek, Timbulharjo, Sewon.

Peristiwa ini bermula saat sekitar 100 siswa yang mengendarai 50 sepeda motor baru saja menyelesaikan acara di Dorpie Coffee, Bangunharjo.

Saat rombongan melintas ke arah selatan, mereka mendadak dihadang oleh kelompok remaja lain yang berjumlah sekitar 20 motor di simpang empat Sudimoro.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengonfirmasi adanya gesekan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kelompok penghadang melakukan provokasi berbahaya mulai dari membleyer mesin hingga menyeret standar motor ke aspal.

“Kelompok tak dikenal ini membuntuti rombongan pelajar sembari mengayunkan benda semacam gasper (ikat pinggang) untuk memprovokasi. Puncaknya, keributan pecah saat mereka sampai di wilayah Ngentak Kepek,” ujar Iptu Rita, Selasa (3/3/2026).

Aksi brutal ini memakan korban. Seorang warga bernama Syahroni (51) mengalami luka memar di kaki dan motor Suzuki Shogun miliknya rusak parah akibat benturan.

Tak hanya itu, seorang mahasiswa bernama M. Rizqalliansyah (23) juga harus menderita luka di pipi kanan akibat terkena ledakan kembang api yang dilontarkan saat keributan berlangsung.

Beruntung, warga sekitar yang sigap langsung turun tangan melerai dan membubarkan massa. Delapan remaja berinisial KPL, MRS, ANR, MIA, DM, DNF, AK, dan AA berhasil diamankan warga sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Sewon bersama lima unit sepeda motor sebagai barang bukti.

Iptu Rita menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh Unit Reskrim Polsek Sewon, para remaja tersebut telah dipulangkan.

“Mengingat belum adanya laporan polisi atau pengaduan resmi dari pihak-pihak yang terlibat, para remaja tersebut kami serahkan kembali kepada orang tua masing-masing untuk pembinaan lebih lanjut,” pungkasnya. (*)