
Tahun ini Indonesia memperingati 80 tahun Kemerdekaan, sekaligus menandai 20 tahun menuju terwujudnya Generasi Emas 2045. Anak-anak sebagai generasi penerus memegang peran penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut.
Namun, masih banyak tantangan yang harus diatasi bersama, terutama dalam pemenuhan gizi. Salah satunya adalah anemia akibat kekurangan zat besi, masalah gizi utama yang masih dihadapi anak Indonesia dan berdampak pada perkembangan kognitif serta kemampuan berpikir.
Untuk mendukung tercapainya Generasi Emas 2045, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Sejak 1954, Sarihusada melalui merek SGM konsisten berkontribusi dalam menutrisi anak bangsa lewat inovasi nutrisi berbasis sains sesuai kebutuhan anak Indonesia.
Memasuki usia 71 tahun, Sarihusada menegaskan komitmennya untuk menghadirkan generasi sehat yang siap berkontribusi bagi Indonesia Emas.
“Sarihusada lahir di Yogyakarta 71 tahun lalu sebagai pionir produk nutrisi di Indonesia, dengan misi memenuhi kebutuhan gizi anak. Karena itu, Yogyakarta memiliki makna historis sebagai kota awal solusi nutrisi bagi anak-anak Indonesia,” ungkap Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia kepada wartawan saat Factory Visit pada Rabu (27/8/2025).
“Tidak hanya rumah bagi pabrik dan pusat riset, tetapi juga tempat menumbuhkan komitmen nyata untuk masyarakat,” imbuhnya.
Berbagai inisiatif dilakukan, mulai dari pembangunan PAUD Generasi Maju di Taman Pintar, program edukasi Duta 1000 Pelangi untuk meningkatkan pengetahuan tentang 1000 HPK, hingga kerja sama dengan pemerintah daerah dalam pencegahan stunting dan tanggap bencana.
Semua langkah ini menjadi wujud nyata dukungan Sarihusada bagi Yogyakarta sekaligus kontribusi mencetak generasi maju Indonesia.
Sejak awal berdiri hasil kolaborasi pemerintah Indonesia dan PBB pasca Perang Dunia II, SGM telah menutrisi puluhan juta anak secara turun-temurun. Kini, SGM bertransformasi menjadi SGM Eksplor yang berkomitmen mendukung pemenuhan hak anak, khususnya akses nutrisi.
“Kami menyadari anemia defisiensi besi masih menjadi masalah gizi utama anak Indonesia. Karena itu, kami menghadirkan inovasi produk bernutrisi yang disesuaikan dengan kebutuhan anak Indonesia, serta edukasi berbasis digital seperti Kalkulator Zat Besi di www.generasimaju.co.id untuk membantu orang tua memantau kebutuhan zat besi si kecil,” lanjut Vera.
Sementara itu, dr. Devie Kristiani, Sp.A, Dokter Spesialis Anak memaparkan data, berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi anemia pada anak usia 6–59 bulan mencapai 38,4% atau sekitar 1 dari 3 anak balita. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari lima negara dengan prevalensi anemia tertinggi di Asia Tenggara.
“Anemia defisiensi besi sering dianggap sepele, padahal sangat menentukan masa depan anak. Kekurangan zat besi dapat menurunkan konsentrasi, daya ingat, dan semangat belajar. Pencegahan sejak dini melalui asupan zat besi, pola makan sehat, serta susu pertumbuhan dapat menjadi langkah efektif,” lanjutnya.
Sarihusada juga terus mengembangkan lini produk bernutrisi berkualitas untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak.
“Menjawab kebutuhan nutrisi anak Indonesia, SGM Eksplor menghadirkan inovasi IronC, kombinasi unik zat besi dan vitamin C yang mampu meningkatkan penyerapan zat besi hingga dua kali lipat. Formulasi ini juga diperkaya dengan DHA, Omega 3 & 6, serta nutrisi penting lainnya,” jelas Arif Mujahidin, Corporate Communications Director Danone Indonesia.
Dengan komitmen 71 tahun, Sarihusada melalui SGM Eksplor terus mendukung pemenuhan nutrisi anak Indonesia agar tumbuh sehat, cerdas, dan bebas anemia, demi terwujudnya Generasi Emas 2045. (*)














