
Setia Budi Tarigan, diduga ayah dari Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan—tersangka dalam kasus kecelakaan maut yang menewaskan Argo, mahasiswa Fakultas Hukum UGM angkatan 2024—akhirnya buka suara di kanal YouTube.
Dalam pernyataan resminya yang diunggah di kanal YouTube, ia menegaskan bahwa keluarganya memilih menjalani proses hukum secara terbuka tanpa menggunakan jasa pengacara maupun pengamanan khusus.
“Dari awal di Polresta Sleman, saya bersama istri yang selalu mendampingi Christiano tanpa menggunakan jasa pengacara ataupun pengamanan lainnya,” ungkap Setia Budi, Sabtu (1/6/2025).
Ia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas insiden tragis yang terjadi di Jalan Palagan, Sleman, pada Sabtu (24/5) dini hari. Dalam kejadian tersebut, Argo meninggal dunia, sementara Christiano ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan.
Setia Budi juga menjelaskan bahwa sejak awal pihaknya menghormati keluarga korban yang tengah berduka, serta berupaya membantu proses pemulangan jenazah hingga pemakaman di Cilodong, Depok.
Ia mengaku telah menyampaikan belasungkawa langsung kepada ibunda korban dan terus mencoba menjalin komunikasi untuk bersilaturahmi secara langsung.
Terkait tuduhan yang beredar di media sosial bahwa pihak keluarga memberikan uang damai, Setia Budi membantah keras. Ia menegaskan tidak ada pembicaraan mengenai kompensasi finansial, dan komunikasi hanya berkisar pada pengurusan jenazah.
“Perlu saya tegaskan juga, ketika mengemudi, kondisi Christiano bersih dari alkohol, obat-obatan, dan narkotika. Itu dibuktikan dari hasil tes urine,” tambahnya.
Ia pun meminta publik untuk mengikuti proses hukum secara sabar dan menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada pihak berwenang. “Kami mendukung penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan,” tegasnya.(*)













