Hanya Tulisan Korupsi yang Dihapus, Mural Suporter PSIM di Ketandan Picu Pernyataan Baru

0
2
Mural PSIM Jogja di Ketandan yang bagian Usut Tuntas Korupsi Mandala Krida telah ditutup cat hitam. (istimewa)

Penghapusan sebagian mural suporter PSIM Jogja di kawasan Ketandan, Malioboro, memunculkan tanda tanya. Pasalnya, yang ditutup cat hitam hanya tulisan “Usut Tuntas Korupsi Mandala Krida”, sementara mural bertuliskan “PSIM Jogja” di dinding yang sama tetap dibiarkan.

Perwakilan Guyub Seni (GS) Mataram, Wage, mengatakan mural tersebut dibuat setelah mendapat izin dari pemilik bangunan dan berkoordinasi dengan warga sekitar. Karena itu, penghapusan sebagian mural dinilai janggal.

“Kalau pemilik rumah tidak berkenan digambari, logisnya dihapus semua. Tapi yang dihapus hanya isunya. Berarti ada ketakutan dari pemilik rumah. Siapa yang membuat takut, beliau tidak mau menjawab,” kata Wage kepada awak media pada Sabtu (13/6/2026).

Menurut dia, sejumlah kelompok suporter yang terlibat dalam aksi mural serentak juga tidak mengetahui siapa pihak yang meminta tulisan tersebut dihapus. Dari penelusuran yang dilakukan, pemilik bangunan diduga menghapus mural secara mandiri setelah mendapat tekanan dari pihak luar.

Wage menyebut pemilik bangunan yang didominasi lansia dan karyawan perempuan enggan menjelaskan alasan penghapusan.

Kondisi itu memunculkan dugaan adanya intervensi dari pihak tertentu yang tidak nyaman dengan tuntutan pengusutan dugaan korupsi renovasi Stadion Mandala Krida.

Meski demikian, suporter menegaskan tidak akan menghentikan gerakan mereka. Aksi mural yang digelar di berbagai titik di Yogyakarta sejak awal Juni itu bertujuan mendesak aparat penegak hukum menuntaskan kasus dugaan korupsi renovasi Stadion Mandala Krida.

Bagi suporter, penghapusan mural di Ketandan justru menunjukkan pesan mereka telah sampai.

“Teman-teman semakin yakin Mandala Krida sedang tidak baik-baik saja. Seni sudah menjalankan tugasnya sebagai media aspirasi. Artinya pesan itu sampai dan ada yang terusik,” ujarnya. (*)