Dari Ruang Kelas ke Dunia Industri, KAI Bandara Bawa Praktik Nyata Komunikasi ke Mahasiswa UI

0
7
Sosiawan Putra, Assistant Manager Komunikasi Perusahaan KAI Bandara saat memberikan materi di hadapan mahasiswa Universitas Indonesia. (Istimewa)

Di sebuah ruang kelas di Kampus Depok, suasana perkuliahan siang itu terasa berbeda. Bukan hanya karena materi yang dibahas, tetapi juga karena narasumber yang hadir membawa cerita langsung dari dunia industri.

Sekitar 100 mahasiswa Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia tampak antusias mengikuti sesi Komunikasi Pemasaran yang diisi oleh praktisi dari KAI Bandara, 10 April lalu.

Di hadapan mahasiswa, Sosiawan Putra, Assistant Manager Komunikasi Perusahaan, memaparkan bagaimana strategi komunikasi dijalankan di lapangan.

Putra tidak hanya menjelaskan konsep, tetapi juga membedah praktik media planning hingga teknik menyusun press release yang efektif, yang merupakan keterampilan yang kerap menjadi pintu masuk bagi calon praktisi humas.

Diskusi berlangsung hidup. Tangan-tangan terangkat, pertanyaan mengalir, mulai dari cara menentukan sudut pandang berita hingga strategi menghadapi krisis komunikasi.

Namun, yang membuat sesi ini terasa lebih membumi adalah ketika mahasiswa diminta langsung mempraktikkan pembuatan press release. Hasilnya kemudian dievaluasi secara langsung, memberi gambaran nyata tentang standar kerja di industri.

“Pembelajaran yang terhubung langsung dengan praktik industri akan memberikan nilai tambah bagi mahasiswa,” ujar Manager Komunikasi Perusahaan KAI Bandara, Ayep Hanapi dalam keterangan tertulisnya pada Senin (13/4/2026).

“Kami ingin berbagi pengalaman sekaligus memberikan gambaran nyata bagaimana strategi komunikasi dijalankan di dunia kerja,” lanjutnya.

Ayep melanjutkan, kegiatan ini menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) KAI Bandara yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia.

Bagi perusahaan, kolaborasi dengan dunia akademik bukan sekadar formalitas, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak talenta yang siap menghadapi dinamika industri.

Sejak beroperasi pertama kali pada 2013 di Medan, KAI Bandara terus berkembang sebagai penyedia layanan transportasi kereta menuju bandara. Kini, jangkauannya meluas hingga Yogyakarta, memperkuat peran perusahaan dalam konektivitas transportasi nasional.

Namun, di balik operasional tersebut, ada upaya lain yang tak kalah penting, yaitu membangun kapasitas generasi muda. Melalui ruang-ruang kelas seperti ini, KAI Bandara menanamkan pengalaman, membuka wawasan, dan mempertemukan teori dengan realitas kerja.

Bagi para mahasiswa, sesi ini bukan sekadar perkuliahan tambahan. Ia menjadi jembatan awal untuk memahami dunia profesional yang akan segera mereka hadapi. (*)